4 Tahanan Kabur di Malang Akhirnya Tertangkap

KBRN, Malang: Empat tahanan yang melarikan diri dari ruang tahanan Polresta Malang Kota akhirnya tertangkap. Untuk menangkap tahanan tersebut, Polresta Malang Kota membentuk tim khusus yang berjumlah 58 orang. Empat tahanan tersebut adalah Sokip Yulianto, Bayu Prasetyo, Nur Cholis, dan Adrian alias Ian. Mereka melarikan diri pada Senin (9/12/2019) pukul 01.30 WIB.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, para tahanan ini melarikan diri dengan cara menggergaji tralis besi ruang tahanan. “Kemudian mereka keluar menggunakan potongan kain yang ditali, lalu melompat ke SMAK Frateran dan berjalan bersama menuju RSSA. Di rumah sakit itu mereka berpisah,” katanya di Mapolresta Malang Kota, Senin (16/12/2019).

Untuk tahanan bernama Adrian kabur menuju rumahnya di Jodipan naik ojek daring, Nur Cholis juga pulang menuju keluarganya di kawasan Kedungkandang. “Sedangkan Sokip dan Bayu menuju ke Kediri, mereka sempat menyewa tempat kos. Dalam perjalanannya, Bayu pamit mencari makan ternyata pergi menuju Banyumas Jawa Tengah,” ujarnya.

Tim khusus berhasil menangkap Ian di rumahnya pada 10 Desember 2019. Sehari kemudian, otak aksi kabur bernama Sokip Yulianto ditangkap petugas di Kediri. Lalu pada 12 Desember, polisi menangkap Nur Cholis di persawahan daerah Kedungkandang Kota Malang. “Tersangka terakhir yang ditangkap adalah Bayu Prasetyo. Dia ditangkap Minggu (15/12/2019) kemarin sekitar puku 09.30 WIB di Banyumas,” tutur mantan Wakapolrestabes Surabaya ini.

Dengan penangkapan ke-empat tersangka, maka proses hukum bisa dilanjutkan. Bahkan para tersangka ini terancam hukuman tambahan lantaran berusaha melarikan diri dari ruang tahanan. “Yang pasti ada pasal tambahan yang menjerat, nanti kita tambahkan terhadap berkas mereka masing-masing,” ungkap Leo.

Ia menambahkan, kepolisian juga akan melakukan konfrontasi terhadap keterangan setiap tersangka. Pasalnya, ada perbedaan keterangan. Terkait asal gergaji yang digunakan misalnya. Sokip mengaku jika gergaji itu didapatkan dari mencuri milik tukang yang bekerja di ruang tahanan. “Sedangkan Ian mengatakan bahwa gergaji itu merupakan kiriman dari luar tahanan,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00