Jelang Akhir Tahun, Bea Cukai Malang Amankan Ribuan Bungkus Rokok Ilegal

KBRN, Malang: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Malang kembali melakukan pencegahan peredaran rokok ilegal di kawasan Kabupaten Malang. Kali ini, tim berhasil mengamankan 4.765 bungkus rokok ilegal atau 92.100 batang rokok. Ribuan bungkus rokok ilegal itu diamankan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Gondanglegi, Kecamatan Turen dan Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. 

“Dalam operasi tersebut, petugas menemukan barang kena cukai berupa hasil tembakau jenis sigaret kretek mesin (SKM) berbagai merek tanpa dilekati pita cukai,” kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang, Rudy Hery Kurniawan, Kamis (5/12/2019).

Ia mengungkapkan, temuan rokok ilegal itu berawal dari informasi masyarakat bahwa diduga terdapat rokok ilegal di beberapa lokasi di tiga kecamatan tersebut. “Pengungkapan pertama dilakukan di Jalan Raya Gondanglegi. Petugas mendatangi rumah target. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mendapati rokok ilegal dengan merek Kembang Cengkeh Bold isi 20 sebanyak 50 bungkus, merek RQ Pro Rizquna isi 20 sebanyak 175 bungkus, merek Glori isi 20 sebanyak 20 bungkus, merek Shaff isi 20 sebanyak 40 bungkus,” ungkapnya.

Kemudian petugas meluncur ke lokasi kedua di Jalan Raya Talangsuko, Kecamatan Turen. Di lokasi tersebut didapati rokok ilegal dengan merek Jaya Bold isi 20 sebanyak 1.420 bungkus, merek Sendang Biru 16 isi 16 sebanyak 800 bungkus, merek New Unggul Exclusive isi 20 sebanyak 300 bungkus, merek Joss Mild Batara isi 20 sebanyak 500 bungkus dan merek Sendang Biru Mild Black isi 20 sebanyak 600 bungkus. 

“Sedangkan di lokasi terakhir, petugas melakukan penindakan di daerah Sudimoro, Kecamatan Bululawang. Di tempat target, petugas mendapati rokok ilegal dengan merek New Unggul Exclusive isi 20 sebanyak 50 bungkus, Sendang Biru isi 20 sebanyak 20 bungkus, merek Azza Merah isi 20 sebanyak 30 bungkus dan merek Sumber Biru SBR isi 20 sebanyak 190 bungkus,” tutur Rudy.

Saat ini, seluruh barang bukti yang ditemukan dibawa ke Kantor Bea Cukai Malang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Terhadap pelanggaran tersebut, dugaan sementara melanggar pasal 56 jo 66 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.  “Kerugian negara yang ditimbulkan kurang lebih sebesar Rp 43 juta lebih. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan oleh Seksi Penyelidikan dan Barang Hasil Penindakan,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00