Kejari Batu Terapkan Kebijakan Restorative Justice pada Kasus Penganiayaan

Kasi Intel Kejari Batu, Edi Sutomo

KBRN, Batu : Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu berhasil menerapkan kebijakan Restorative Justice (RJ) pada kasus penganiayaan.

Kasi Intel Kejari Batu, Eddi Sutomo mengatakan pelaksanaan RJ tersebut dilakukan di Kantor Kejari Batu, dengan mempertemukan kembali perwakilan korban dan tersangka.

"Kebijakan RJ pada perkara pasal 351 KUHP ayat 1 dengan tersangka DFN warga Kecamatan Bumiaji Kota Batu, tersangka merupakan pekerja bangunan dan serabutan yang melakukan penganiayaan terhadap sepupunya sendiri dikarenakan emosi sesaat," terangnya, Jumat (12/8/2022).

Dalam kunjungannya ke rumah Pelaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan penyidik Polsek Bumiaji menemui Istri tersangka. Selain itu, JPU dan penyidik Polsek Bumiaji juga mendatangi rumah korban dan korban telah memaafkan atas perbuatan tersangka.

“Tersangka dan korban dipertemukan di Ruang Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Batu untuk proses perdamaian kedua belah pihak dengan dimediasi oleh JPU Maharani Indrianingtyas, SH, bersama penyidik Polsek Bumiaji serta Ketua RT di lingkungan,” tambahnya.

“Ada pertimbangan sosiologis, masyarakat merespon positif, atas persetujuan dan perintah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Kajari Batu akan menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) berdasarkan keadilan Restoratif sesuai Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia, selain  itu tersangka beserta korban setuju untuk tidak melanjutkan permasalahan ke persidangan," jelasnya.

Sekedar informasi, Kejaksaan Negeri Batu untuk pertama kali berhasil mewujudkan RJ sesuai amanat Jaksa Agung Republik Indonesia yakni, rasa keadilan di Masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar