Sebulan, Polres Pasuruan Tangkap 21 Pelaku Sindikat Jaringan Pengedar Narkoba

Para pelaku pengedar narkoba di Kabupaten Pasuruan yang berhasil ditangkap oleh jajaran Satresnarkoba Polres Pasuruan dan ditunjukkan dalam jumpa pers di Halaman Mapolres Pasuruan, Kamis (11/08/2022) pagi

KBRN, Pasuruan : Hanya dalam kurun waktu sebulan, Polres Pasuruan berhasil mengungkap sindikat jaringan peredaran narkoba.

Total sebanyak 21 orang pelaku yang berhasil diringkus dan kini sudah dijebloskan ke sel tahanan Polres Pasuruan.

Kapolres Pasuruan, AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengatakan, kedua puluh satu pelaku tersebut rata-rata adalah pengedar narkoba yang kerapkali melakukan aksinya di wilayah Hukum Polres Pasuruan. Bahkan, ada beberapa tersangka yang diamankan saat beraksi di Jember dan Sidoarjo.

"Mereka ini semua satu jaringan. Jadi kami lakukan pendalaman sampai detail. Setelah kami pastikan, langsung kami amankan," kata Kapolres saat memimpin Jumpa Pers di Halaman Mapolres Pasuruan, Kamis (11/8/2022) pagi.

Dijelaskan Kapolres, dari puluhan tersangka itu, ada satu orang yang tertangkap saat mengedarkan narkoba dalam jumlah banyak. Ia adalah Moch Sutikno (41), warga Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya.

Saat penangkapan, polisi berhasil mengamankan narkoba jenis sabu-sabu seberat 59 gram yang hendak ia jual di daerah Kecamatan Pandaan, Rabu (27/07/2022) lalu.

Sedangkan total barang bukti yang disita terdiri dari 112 gram sabu dan 300 butir extacy. Jika dirupiahkan sama dengan Rp 350 juta.

"Kalau ditotal 112 gram sabu-sabu dan 300 butir extacy. Tapi kalau dirupiahkan sama dengan sekitar Rp 350 juta. Banyak yang kami sita seperti bom, timbangan digital, alat elektronik dan lainnya," urainya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 112, 114, dan 132 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 5 tahun dan maksimal 20 tahun atau seuumur hidup.

Kapolres Bayu menghimbau kepada seluruh masyarakat agar betul-betul perang terhadap narkoba. Yakni dengan menjaga seluruh anggota keluarganya agar jauh dari apa yang namanya narkotika dan obat-obatan terlarang.

"Kami menghimbau masyarakat di Kabupaten Pasuruan agar terus menjaga anaknya dari bahaya narkoba. Juga kepada para pelaku kejahatan dan pengguna narkoba agar menghentikan aktifitasnya, karena mengganggu kesehatan dan merusak generasi penerus bangsa," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar