Polisi Ungkap Kasus KDRT Wagir Malang, Ini Motifnya

KBRN, Malang : Seorang pria berinisial BFY (41), warga Dusun Lemah Duwur,  Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, akhirnya menyerahkan diri kepada polisi setelah sempat menjadi buron.

BFY diduga telah melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menyebabkan dua orang korban yaitu, istrinya, LW (42) dan anaknya, IFC (22) mengalami luka cukup parah. Akibatnya, korban melapor ke Polsek Wagir, pada Selasa (28/6/2022) lalu.

Setelah melakukan aksinya, pelaku sempat melarikan diri hingga menjadi buron. Sebab itu, seluruh anggota opsnal Satreskrim Polres Malang dan Polsek Wagir menyebar untuk memburu pelaku.

Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat menjelaskan, pengakuan pelaku, merasa ketakutan dan terusik karena dicari Polisi. Akhirnya pelaku menyerahkan diri pada Sabtu (2/7/2022) malam, sekira pukul 19.30 WIB ke Mapolsek Wagir, selanjutnya dibawa ke Satreskrim Polres Malang.

"Terduga pelaku KDRT, BFY menyerahkan diri ke Polsek Wagir, selanjutnya pelaku bersama barang bukti kami bawa ke Satreskrim Polres Malang untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Ferli, Minggu (3/7/2022).

Ferli menyebut, motif pelaku melakukan kekerasan karena sakit hati, sebab pelaku akan digugat cerai oleh istrinya.

"Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui jika motif pelaku yaitu karena pelaku merasa sakit hati atau tidak terima dengan maksud istrinya yang ingin menceraikan pelaku," jelas Kapolres.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal berlapis, yaitu Pasal 44 ayat (2) JoPasal 5 Undang Undang nomor 23 tahun 2004 tentang PKDRT. 

"Dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp. 30 juta, dan/atau Pasal 351 ayat 2 KUHPidana tentang penganiayaan menyebabkan luka berat, dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar