Kota Pasuruan Masih Rawan Peredaran Narkoba

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan, Maryadi Idham Khalid (berbaju putih) di sela-sela pemusnahan BB narkoba selama januari sampai juli, di halaman Kantor Kejari Kota Pasuruan, Jumat (1/7/2022)

KBRN, Pasuruan : Kota Pasuruan masih rawan penyalahgunaan narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang). Sebagai buktinya, Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan memusnahkan ribuan barang bukti perkara yang sudah inkracht dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir, Jumat (1/7/2022) siang.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan, Maryadi Idham Khalid mengatakan, ribuan barang bukti yang dimusnahkan tersebut didapat dari 98 perkara selama Oktober 2021 hingga Juli 2022.

Ia menyebut, pemusnahan barang bukti dilakukan lantaran puluhan perkara tersebut sudah inkracht. Barang bukti yang dimusnahkan berupa sabu, obat terlarang, minuman keras, hingga barang bukti lain dari perkara pidana umum.

"Banyak sekali yang kita musnahkan, mulai dari sabu, obat keras, miras sampai barang bukti lainnya," katanya.

Menurut Maryadi, banyaknya barang bukti narkotika dan obat-obatan terlarang sudah cukup menandakan bahwa Kota Pasuruan termasuk daerah yang rawan terhadap penyalahgunaan barang haram tersebut.

Meski begitu, tuntutan pidana yang tinggi itu belum begitu memberikan efek jera bagi para pelaku yang terlibat. Karena itu ia menekankan pentingnya upaya pencegahan lebih masif agar tidak semakin banyak generasi muda yang terjerumus dalam lembah hitam narkoba.

”Sangat diperlukan peran semua stakeholders di Kota Pasuruan ini untuk sungguh-sungguh berupaya melawan peredaran narkoba,” jelasnya.

Dia menekankan, pihaknya sangat serius dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di Kota Pasuruan. Hal itu dilakukan dengan berbagai upaya pencegahan. Misalnya penyuluhan melalui program Jaksa Masuk Sekolah. Termasuk sidak gabungan dengan instansi lain berupa pemeriksaan urine.

”Kedepannya kegiatan semacam ini yang perlu ditingkatkan,” kata Maryadi.    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar