10 Hari Operasi Patuh Semeru, 600 Pelanggar Lalin Terjaring

KBRN, Malang : Sebanyak 600 lebih pelanggar lalu lintas terjaring dalam Operasi Patuh Semeru yang dilaksanakan oleh Polresta Malang Kota sejak tanggal 13 Juni 2022 lalu. Hal tersebut diungkapkan Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Yoppi Anggi Khrisna.

Menurutnya, ratusan pelanggar itu terjaring merata di wilayah lima kecamatan yang ada di Kota Malang melalui penilangan ETLE mobile yang dilaksanakan oleh mobil Incar. Mobil sebanyak dua unit itu berpatroli selama masa pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2022.

"Sudah ada 600 penindakan pelanggaran yang sudah terkonfirmasi. Surat sudah dikirim ke pelanggar. Kemudian setelah menerima surat informasi, pelanggar yang bersangkutan akan masuk ke websitenya ETLE Mobile atau incar, kemudian konfirmasi apa betul dia yang melanggar atau bukan, Selanjutnya baru proses sidang ke pengadilan," ungkap Yoppi, Jumat (24/6/2022).

Yoppi menjelaskan, mayoritas pelanggaran yang ditemui dalam operasi Patuh Semeru kali ini, yakni tidak menggunakan helm, melawan arus, serta melanggar rambu atau marka. Terkait polemik pengguna sandal jepit, Kompol Yoppi menegaskan bahwa petugas tidak pernah melakukan penindakan penilangan.

"Memang ada imbauan saat berkendara jangan pakai sandal jepit, tetapi kami tidak melakukan penindakan penilangan pada pemakai sandal jepit. Ini hanya bersifat imbauan ketika berkendara pakailah atribut yang lebih aman," katanya.

Di sisa waktu pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2022, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk selalu tertib dan patuh aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

"Jangan hanya patuh saat masa operasi saja, tetapi selalu patuhi tata tertib berlalu lintas. Karena kita di jalan tidak sendirian, berdampingan dengan warga lain, jadi harus saling menjaga keselamatan berkendara," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar