Polres Paskot Bekuk 2 Pelaku Pencurian Sepeda Motor Spesialis Kos-kosan

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP RM Jauhari tengah menginterograsi dua pelaku curanmor, di sela-sela Jumpa Pers di Mapolres Paskot, Jumat (27/05/2022) siang

KBRN, Pasuruan : Jajaran Reskrim Polres Pasuruan Kota menangkap 2 orang pelaku pencurian sepeda motor (curanmor).

Kedua pelaku tersebut yakni Indra Pratama (25), warga Kelurahan Karangketug, Kota Pasuruan dan Muhammad Idrus (36), warga Desa Kebunrejo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP RM Jauhari mengatakan, kedua pelaku merupakan satu komplotan pencuri yang sudah melakukan aksinya di 10 TKP (tempat kejadian perkara) di wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan.

Dalam aksinya, kedua pelaku menggunakan cara yang berbeda. Dimana pelaku Indra mengawali niat kriminalnya dengan menyewa salah satu kamar di kos-kosan milik warga Kelurahan Kandangsapi, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Setelah cukup aman sebagai penyewa, pelaku pun mulai beraksi ketika kos-kosan dalam keadaan sepi dan menyisakan sepeda motor yang terparkir. Ia merusak rumah kunci sepeda motor korban dengan menggunakan kunci T

"Modusnya menjadi penyewa kamar kos. Begitu sepi dan ada sepeda yang terparkir, pelaku langsung mencurinya dengan menggunakan kunci T," kata Kapolres saat menggelar jumpa pers di Halaman Mapolres Paskot, Jumat (27/5/2022) siang.

Lain halnya dengan pelaku Idrus yang memilih mencuri sepeda motor warga yang terparkir di depan jalan raya. Kata Jauhari, yang menjadi korban kali ini adalah seprang PNS Perempuan yang bekerja di Pemkab Pasuruan.

"Korban menurut pengakuannya sudah biasa memparkir sepeda motor di trotoar di sekitar pot bunga besar yang ada di atasnya. Begitu lengah dan tidak diawasi, pelaku langsung menggasak sepeda motornya dengan kunci T," terangnya.

Hanya saja, apes menimpa kedua pelaku, lantaran aksinya terekam CCTV. Ditegaskan Jauhari, setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka yang saat itu berada di kosan, senin (16/5/2022) lalu, meski sempat terlibat baku hantam lantaran melawan petugas.

"Kita lakukan tindakan tegas terukur karena pelaku melawan," singkatnya.

Ditambahkan Kapolres, setelah sukses membawa kabur motor korban, pelaku kemudian menjualnya. Uang hasil nyuri pun dipakai untuk membeli narkoba jenis sabu.

"Berdasarkan keterangan tersangka bahwa uang hasil penjualan sepeda motor curian sebagian besar untuk beli sabu-sabu," ucap Jauhari.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti  2 unit sepeda motor, 2 buah celurit  dan BB lainnya. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 dan 480 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar