Terlilit Hutang, Warga Sidoarjo Tega Habisi Sopir Taksi Online

Teguh Bangkit Sanjaya (23), warga Dusun Kalipecabean, Desa Kali Pecabean, Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo tega menghabisi nyawa seorang supir online yang baru ia kenal dua kali.

KBRN, Pasuruan : Gegara terlilit hutang, Teguh Bangkit Sanjaya (23), warga Dusun Kalipecabean, Desa Kali Pecabean, Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo tega menghabisi nyawa seorang sopir taksi online.

Pelaku secara sadis membunuh korban yang diketahui bernama Sudiono (54), warga RT 5 RW 3 Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, di depan tempat wisata Bhakti Alam, Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jumat (29/4/2022) malam.

Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adhi Putranto menjelaskan, pelaku sudah merencanakan niat pembunuhan dari rumah. Hal itu dibuktikan dengan pisau dapur yang dibawa dan disimpan di saku celananya.

Setelah itu, pelaku kemudian menghubungi korban yang sudah dua kali ia pesan untuk mengantarkannya ke tempat yang dituju. Mulai dari keliling ke wilayah Pandaan sampai menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Korban ini sudah kenal dengan pelaku karena sudah dua kali diorder melalui go car secara online, dan yang ketiga ini dipesan secara offline. Sempat diajak muter-muter ke Pandaan kemudian diminta mengantarkan ke Bhakti Alam Tutur. Di situlah ia merencanakan niat pembunuhan," kata Kasatreskrim saat memimpin rekontruksi pelaku pembunuhan ini di Halaman Mapolres Pasuruan, Sabtu (30/4/2022).

Setelah sampai di TKP sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku yang duduk di kursi belakang langsung menggorok leher korban dengan sebilah pisau. Setelah tersungkur, pelaku menusuk dada korban tiga kali, kemudian mencekik dan memukulnya hingga tewas di tempat.

Kata Adhi, korban meninggal dengan luka dileher dan dada sebelah kiri. Setelah berhasil membunuhnya, pelaku mengangkat tubuh korban ke dalam mobil untuk kemudian dibuang.

Namun karena panik, pelaku berhenti dipinggir jalan Desa Sumberpitu dan mengarang cerita dengan cara meminta pertolongan warga dan beralasan sebagai korban begal.

"Motif pelaku awalnya ingin menguasai kendaraan korban. Caranya ya dengan membunuh yang punya mobil ini. Setelah membunuh, pelaku sempat ingin membuang korban. Tapi karena panik, pelaku berhenti di jalan dan berpura-pura sebagai korban begal," urai Adhi kepada RRI.

Selang beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 01.00 WIB, jajaran satreskrim Polres Pasuruan berhasil mengamankan pelaku dan menetapkan sebagai tersangka utama, setelah melakukan interograsi.

"Pelaku sempat dibawa ke puskesmas. Kemudian kami langsung mendalaminya, dan ternyata dia adalah pembunuhnya,"ucapnya.

Dari tangan tersangka, polisi telah mengamankan 1 buah mobil xenia warna putih plat W 1765 QW milik korban serta pisau dapur milik pelaku dan barang bukti lainnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 340 subsider 338 dan Pasal 365 ayat 3 dengan ancaman seumur hidup.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar