Jelang Lebaran, Polres Blitar Kota Sita 6,4 Kilogram Bahan Petasan

KBRN, Blitar : Selama bulan suci Ramadhan 1443 H, Sat Reskrim Polres Blitar Kota berhasil mengungkap kasus penyimpananobat mercon yang tergolong bahan peledak, beserta dengan gulungan kertas selongsong calon petasan. Ada 3 kasus yang berhasil diungkap dengan mengamankan 3 orang tersangka.

Kapolres Blitar Kota Argo Wiyono menerangkan, dari pengungkapan kasus tersebut pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti meliputi 6,4 kilogram bahan peledak atau obat petasan, 25 linting kertas ukuran besar dan sedang, 1 helai sumbu mercon, 10 buku LKS sebagai bahan lintingan mercon, 3 handphone berbagai merk, dan 2 unit sepeda motor untuk sarana bertransaksi.

"Selama bulan Ramadhan kami jajaran Polres Blitar Kota berhasil mengungkao 3 kasus penyimpanan obat mercon atau bahan peledak dengan mengamankan 3 orang tersangka," terang AKBP Argo Wiyono, Selasa (26/4/2022).

Dijelaskannya, 3 kasus yang berhasil diungkap itu berada di wilayah yang berbeda beda. Meliputi, kasus pertama diungkap pada 10 April 2022 pukul 21.00 WIB di sekitar Jl. Raya Kediri-Blitar Desa Sukorejo Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar dengan mengamankan tersangka pria berinisial RM (18) warga Kandat Kediri, dimana saat itu ia hendak melakukan transaksi jual beli obat mercon. Kasus yang kedua diungkap pada 12 April 2022 pukul 12.00 WIB pihak kepolisian berhasil mengamankan pria berinisial PA (19) tahun warga Desa Penataran, Nglegok Kabupaten Blitar, dan dia ditangkap di daerah yang sama. Kasus yang ketiga berhasil diungkap pada 14 April 2022 pukul 01.30 WIB, kali ini aparat kepolisian mengamankan pria berinisial MAN (22) warga Desa Kalipucung Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar dan ia ditangkap di Jl. Raung Kota Blitar.

"Tiga kasus yang berhasil diungkap ini TKP nya berbeda beda, dan rata rata mereka tertangkap saat hendak melakukan transaksi jual beli," jelasnya.

Sementara itu, salah satu pelaku berinisial RM (18) warga Kandat Kediri saat ditanya awak media mengatakan rencananya petasan tersebut akan ia ledakan untuk merayakan hari raya Idul Fitri nanti. Ia pun juga mengaku baru pertama kali ini membuatnya, dimana perkilo bahan peledak itu akan ia jadikan 20 petasan dengan ukuran besar dan 50 petasan ukuran kecil.

"Rencana buat ngeramein aja di malam hari raya nanti, baru pertama ini membuatnya," ujarnya.

Lebih lanjut AKBP Argo Wiyono menambahkan, akibat perbuatannya para pelaku ini dikenakan Pasal 1 ayat (1) Undang Undang Darurat No. 12 tahun 1951. Dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara sementara setinggi tingginya 20 tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar