Barang Ilegal Makin Marak Saat Pandemi, Miras dan Rokok Ilegal Kembali Diamankan

KBRN, Malang : Pandemi Covid-19 disinyalir menjadi penyebab peredaran barang kena cukai ilegal yang semakin marak. Dalam kurun waktu dua hari, Bea Cukai Malang berhasil mengamankan miras ilegal dan rokok ilegal pada hari yang berbeda yaitu pada 26 dan 27 Januari 2022.

Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Gunawan Tri Wibowo mengatakan, penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat bahwa terdapat penjualan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) tanpa izin.

“Tim intelijen segera melakukan pendalaman informasi dan diketahui bahwa terdapat sebuah bangunan yang diduga digunakan untuk menyimpan dan menyediakan untuk dijual BKC MMEA tanpa memiliki izin NPPBKC (Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai),” katanya, Sabtu (29/1/2022).

Setelah memastikan informasi, pada (26/1/2022),  tim penindakan segera menuju ke lokasi dimaksud yang berada di Jalan Rawisari, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Malang. Hasilnya, dan didapati 600 botol BKC MMEA dengan merek Anggur Merah Alexis, Anggur Merah Kawa Kawa dan Cheosnun berbagai rasa. 

“Dari hasil penindakan tersebut, tim melakukan penyegelan atas barang dan membawa barang ke Kantor Bea Cukai Malang guna dilakukan tindak lanjut,” tutur Gunawan.

Keesokan harinya pada Kamis (27/1/2022), tim intelijen dan penindakan Bea Cukai Malang melakukan operasi gabungan bersama Pemerintah Kabupaten Malang, dan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa toko di wilayah Tajinan dan Bululawang. 

“Dari hasil pemeriksaan didapati toko H yang menyimpan dan menyediakan untuk dijual 458 bungkus BKC Hasil Tembakau jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) berbagai merek tanpa dilekati pita cukai,” ujarnya.

“Selain itu tim penindakan yang juga mendapatkan informasi adanya kiriman rokok ilegal via jasa ekspedisi juga melakukan penindakan pada Jasa Ekspedisi N**ja Express di Jalan Raya Ampeldento, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang,” imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan tim berhasil mengamankan paket kiriman yang berasal dari daerah Jepara dengan jumlah barang sebanyak 30 bungkus BKC HT jenis SKM merek Dalill, Mild Boro dan L4 tanpa dilekati pita cukai.

“Dari hasil operasi tersebut, ditaksir kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp 5.808.000,” kata dia.

Gunawan menegaskan, meski kian marak, Bea Cukai Malang akan tetap bekerja keras untuk melindungi masyarakat dari bahaya peredaran barang kena cukai ilegal.

“Kami juga terus sosialisasikan kepada masyarakat baik itu pemilik tempat penjualan eceran, toko, maupun jasa ekspedisi untuk tidak melakukan kegiatan yang melanggar ketentuan perundang-undangan,” tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar