Buron 4 Tahun, Polisi Pasuruan Tangkap Terduga Pelaku Kejahatan di 150 TKP

Inilah Hadir bin Asum (37) DPO curanmor, Curas dan Curat yang sudah melakukan kejahatan di 150 TKP

KBRN, Pasuruan : Setelah menjadi buron selama 4 tahun, Hadir bin Asum (37), terduga pelaku Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), Pencurian dengan kekerasan (Curas) dan Pencurian dengan pemberatan (Curat) di Kota Pasuruan, akhirnya berhasil ditangkap. Pelaku diduga melakukan aksi kejahatan di 150 Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Tepatnya Senin (24/01/2022) dini hari kemarin, Gabungan Tim Resmob Suropati Satreskrim Polres Pasuruan Kota, Jatanras Polda Jatim dan Unit Reskrim Polsek Grati berhasil membekuk terduga pelaku di sebuah tempat persembunyian di Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP R.M. Jauhari mengatakan pelaku adalah DPO (daftar pencarian orang) Polres Paskot sejak tahun 2017 lalu. Selama DPO, pelaku mengaku sudah melakukan kejahatan di 150 TKP (tempat kejadian perkara) di sejumlah daerah di Jawa Timur. Seperti Pasuruan, Probolinggo, Mojokerto, Malang dan Batu.

Bahkan, dari ratusan kali kejahatan yang dilakukan, pelaku ditengarai pernah membegal seorang Polwan (Polisi wanita) Polres Pasuruan Kota (Paskot) pada tahun 2017.

"Dari 150 TKP, yang menjadi sasaran tersangka adalah warga sipil, termasuk salah satu polwan kita yang sepedanya dirampas dan dilukai," kata Kapolres saat memimpin Jumpa Pers, Rabu (26/1/2022) pagi.

Dijelaskannya, modus yang dilakukan adalah dengan cara mengancam, mengakuti korban dengan senjata api mainan, sajam (senjata tajam) dan bahan peledak jenis bondet. Ironisnya, pelaku juga berani melempar bondet ke arah polisi hingga mengakibatkan luka 4 anggota Satreskrim Polres Paskot. Lanjutnya, Bondet tersebut dibuat sendiri oleh pelaku dari bahan peledak dicampur batu aspal.

"Tega sekali pelaku ini. Karena berani melempar bondet sampai melukai 4 anggota kami. Salah satunya saat ini baru selesai operasi di bagian lengan tangan kiri, karena terkena serpihan bondet yang dilempar," tegasnya.

Lebih lanjut Jauhari menegaskan bahwa seluruh hasil kejahatannya digunakan untuk pesta narkoba, yakni sabu-sabu.

"Mulai dari motor, perhiasan sampai handphone korban dijual untuk dibelikan miras sampai narkoba jenis sabu," ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis dengan ancaman maksimal 20 tahun kurungan dan penjara seumur hidup. Kata Jauhari, meski sudah berhasil menangkap Hadir, namun masih ada 3 pelaku lain yang juga dinyatakan buron, yakni inisial US, AK dan EM.

"Kita sudah tangkap 3 orang pelaku. Tinggal 3 orang lagi yang sedang kita kejar," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar