Dugaan Korupsi di Kabupaten Probolinggo, KPK Kembali Geledah Delapan Titik

KBRN, Probolinggo : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendatangi rumah saksi kasus jual beli jabatan kepala desa, Gratifikasi, dan TPPU oleh Bupati non aktif Puput Tantriana Sari dan Suaminya selaku anggota DPR RI, Hasan Aminuddin, Kamis (28/10/2021). 

Dari data yang diterima, ada 6 orang yang diperiksa dalam kasus dugaan tersebut, yakni Johanes Fransiskus Ferry Effendi Gunawan selaku wiraswasta; Yuni Rachmawati selaku wiraswasta; Totok Hariyanto selaku Pensiunan PNS; Supoyo selaku Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo; dan Nurul Yakin selaku PNS di Dinas Pendidikan.

Selain itu, tim penyidik KPK juga melakukan pemeriksaan di beberapa rumah di lokasi Kota dan Kabupaten Probolinggo, Selasa (26/10/2021) hingga Rabu (27/10/2021). 

Diantaranya, yakni  rumah Indri, yaitu Istri dari Ketua DPC PDI di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo; Di Desa Kalirejo Kecamatan Dringu, dan rumah Zulfikar Imawan selaku wiraswasta di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. 

Selanjutnya, Di Dusun Kranjan, RT/RW 01 Desa Jatiadi, Kecamatan Gending; Dusun Blimbing, RT 5 RW 3, Desa Gadingwetan, Kecamatan Gading; Dusun Taman RT 1/RW 2, Desa Sebaung, Kecamatan Gending.

Kemudian, di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksan dan Kantor Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Jl. Raya Panglima Sudirman No. 134, Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. 

Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya mengatakan, lokasi tempat yang diperiksa ditemukan dan diamankan berbagai bukti, diiantaranya dokumen dan alat elektronik yang diduga ada hubungannya dengan perkara.  

" Selanjutnya akan segera diteliti mengenai keterkaitan bukti-bukti tersebut dan dilakukan penyitaan untuk melengkapi berkas perkara tersangka," paparnya.

Sementara itu, Istri Ketua DPC PDI, Indri; Supoyo dan Zulfikar Imawan saat dihubungi sambungan telepon hingga 17.15 WIB, belum merespon.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00