Polres Pasuruan Tangkap 2 Pengedar Sabu-Sabu Seberat 2 Kilogram

Kapolres Pasuruan, AKBP Erick Frendriz menanyai HRY yang menjadi kurir sabu-sabu di Sidoarjo

KBRN, Pasuruan : Jajaran Resnarkoba Polres Pasuruan berhasil memutus jaringan peredaran narkoba internasional yang masuk ke Indonesia melalui kurir.

Dua pelaku sudah diamankan, yakni KMI (35), warga Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan dan HRY (30), warga Sepanjang, Sidoarjo. 

Dari tangan mereka, polisi berhasil mengamankan sebanyak 2 kilogram sabu-sabu yang dikemas dalam bentuk paket teh hijau.

Kapolres Pasuruan, AKBP Erick Frendriz mengatakan, diamankannya sabu-sabu seberat 2,075 kilogram ini berawal dari penangkapan tersangka KMI di sebuah counter HP di wilayah Kecamatan Pandaan, Jumat (08/10/2021) siang.

Dari tangan tersangka berhasil diamankan sabu seberat 2 gram. Setelah itu, jajaran resnarkoba kemudian melanjutkan pengembangan kasus hingga sukses menangkap HRY yang kedapatan tengah membawa 2075 gram atau 2,075 kg sabu, di sebuah pinggir jalan Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, sore harinya. 

"Tersangka KMI kita tangkap pada jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB. Selang 3 jam kemudian, kita tangkap HRY di pinggir jalan daerah Taman, Kabupaten Sidoarjo. Jadi pengembangkan ini kita lakukan tidak sampai 24 jam," katanya.

Di hadapan awak media, Kapolres Erick menegaskan bahwa sabu-sabu yang diedarkan oleh tersangka berasal dari negara Myanmar. Setelah terbungkus dengan rapi, barang haram tersebut langsung diedarkan melalui Kalimantan, Sulawesi atau daerah lain, sehingga bisa sampai ke berbagai wilayah tanah air. Termasuk Kabupaten Pasuruan.

"BB paket sabu-sabu berasal dari luar negeri. Tepatnya pabrikasi di Myanmar dan merupakan jaringan internasional yang kita tangkap. Kemudian difollow up oleh jaringan antar kota/propinsi yang dinamai stelll cell atau jaringan terputus di Indonesia melalui kurir," tegasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka ini dikenakan Pasal 114 Ayat 2 Sub Pasal 112 ayat 2 Junto Pasal 132 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara paling singkat 6 tahun, dan paling lama 20 tahun atau hukuman seumur hidup serta denda maksimum Rp 10 M.

"Hukumannya tinggi karena apabila berhasil diedarkan, maka dari 2 kilogram sabu ini bisa merusak 10.000 jiwa manusia," singkatnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00