Dua Pelaku Pencurian Ratusan Rupiah Juta di Kaset Box ATM Dibekuk Polisi

KBRN, Malang : Satreskrim Polresta Malang Kota menangkap dua pelaku pencurian uang di kaset box sejumlah mesin ATM di wilayah Malang Raya. Mereka adalah AF alias Toyib warga Pagak dan AP warga Wagir Kabupaten Malang. Aksi pembobolan uang  di ATM yang dilakukan keduanya sejak Januari 2021 ini menyebabkan kerugian mencapai Rp 498 juta lebih.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengungkapkan, meski telah terjadi berulang kali, namun laporan masuk ke polisi baru tanggal 25 Agustus 2021 lalu. 

“Setelah mendapatkan laporan, kami langsung melakukan penyelidikan, akhirnya seminggu kemudian kita lakukan pengamanan pada dua orang tersangka ini,” katanya, Jumat (17/9/2021).

Modusnya, pelaku mengambil uang melalui kaset box ATM dengan nilai yang bervariasi. Diketahui, salah satu pelaku berinisial AF merupakan karyawan vendor pengisian uang ATM, sehingga dia mengetahui jadwal pengisian uang. 

“Tersangka mengambil uangnya secara bertahap, antara Rp 10 juta hingga Rp 20 juta, sampai akhirnya total menjadi Rp 498 juta lebih,” ungkap pria yang kerap disapa BuHer ini.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo mengungkapkan, berdasarkan pengakuan pelaku, uang ratusan juta tersebut digunakan tersangka untuk membayar hutang dan bersenang-senang.

“Pelaku menjalankan aksinya terkadang sendiri, namun terkadang juga bersama-sama. Untuk mengungkap identitas kedua pelaku tidaklah mudah, karena pelaku sangat rapi menjalankan aksinya, karena salah satu pelaku ini sudah 10 tahun menjadi karyawan vendor ATM,” ujar Tinton.

Polisi berhasil menangkap pelaku berdasarkan hasil audit dan analisa melalui rekaman CCTV di ATM. Pelaku mengambil uang dari kaset box di ATM, kemudian diamnil sedikit demi sedikit, lalu dipindahkan ke tempat lain.

“Pelaku menjalankan aksinya beberapa saat setelah mesin ATM diisi dengan alasan melakukan maintanance,” ungkapnya.

“Kita berhasi mengungkap dan mengembalikan barang bukti senilai Rp 36 juta yang masih tersisa di tangan pelaku. Sisanya sudah digunakan untuk membayar hutang dan berfoya-foya. Kami juga mengamankan sejumlah kaset box dan dua unit sepeda motor yang digunakan sebagai sarana transportasi pelaku,” imbuh Tinton.

Untuk pelaku berinisial AP ditangkap di rumahnya. Sementara otak kejahatan AF sempat melarikan diri ke wilayah Kabupaten Mojokerto bekerjasama dengan kepolisian setempat.

“Tersangka AF sempat mencoba melarikan diri ketika akan ditangkap, jadi kita berikan tembakan peringatan, dan terpaksa kita lumpuhkan kaki kanannya dengan timah panas,” tandasnya.

Terakhir kali, pelaku membobol uang di ATM  Jalan Sudanco Supriyadi Bandungrejo Kecamatan Sukun senilai Rp 100 juta pada Agustus lalu. 

“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP jo 65 dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00