Pemkot Malang Klarifikasi Soa Beda Temuan Dengan BP2MI Terkait Kasus di PT CKS,

Wali Kota Malang Sutiaji, bukan domain kami terkait soal PMI PT. CKS

KBRN, Malang : Wali Kota Malang Sutiaji memberikan klarifikasi terkait polemik tentang temuan yang  berbeda dengan keterangan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di PT. CKS tempat dimana calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang cidera patah tulang akibat melompat dari gadung sekitar 15 meter.

Menurutnya, kedatangannya ke lokasi untuk melakukan cross check tentang perizinan maupun SOP pelaksanaannya. Dengan bertanya pada manajemen dan juga calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

Hasil data dan pengamatan yang didapat bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang itu pun disampaikan terbuka juga pada media.

"Perkara itu tidak sama antara investigasi oleh penyidik dengan apa yang saya dapat, itu urusan lain. Karena Sutiaji bukan penyidik," tegasnya, Selasa (15/6/2021).

Sutiaji melihat dari legal formal bahwa PT CKS sudah mengantongi izin. Selain itu pihaknya juga telah melihat SOP maupun dokumen perjanjian dengan para calon PMI.

"Saya juga menanyai calon PMI dan mencocokkan data penghasilan mereka dipotong 20 persen selama 6 bulan dan bagaimana makannya semua saya croscek," ungkapnya.

Sehingga hukum nanti pada akhirnya yang berbicara. Manakala benar dan terbukti jelas melanggar hukum, Pemkot Malang akan secara tegas mencabut izin PT CKS dan menutupnya.

Meskipun demikian, pihaknya mengingatkan bukan berarti dengan adanya kasus ini semua semua Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) bermasalah. Karena bagaimanapun juga keberadaan P3MI yang dahulu dikenal bernama PJTKI Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia juga membantu memberikan pendidikan dan ketrampilan untuk pejuang devisa .

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00