Bantu UMKM Jadi Kekuatan di Era Digital, BI Malang Gelar Pameran Produk Kreatif

KBRN, Malang: Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dinilai memiliki peran penting untuk mendongkrak pertumbuhan perekonomian daerah, terutama di era digital. Untuk itu, upaya untuk meningkatkan peran dan eksistensi UMKM dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya event pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang digelar oleh Bank Indonesia (BI) Malang. Selain itu, BI Malang juga kerap memberikan pelatihan peningkatan kapasitas khususnya pengetahuan soal penjualan secara digital.  

Dalam kegiatan KKI seri 3 tahun 2020 yang dihelat di Hotel Tugu Malang, sejumlah produk unggulan ditampilkan mulai dari aneka kain dan fashion batik, kopi dan makanan olahan khas Malang. "Total ada 14 UMKM mitra BI Malang. Tak hanya berasal dari wilayah Malang Raya, tetaPI juga dari Probolinggo dan Pasuruan," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Azka Subhan A. saat ditemui di sela pameran.

Menurutnya, dengan adanya KKI 2020, diharapkan dapat mensosialisasikan peran BI dalam pengembangan UMKM, memperluas akses pasar domestik maupun ekspor, khususnya di tengah pandemi Covid-19. "Ini juga upaya katalisator bagi pelaku usaha industri kreatif dalam meningkatkan kualitas produk sesuai trend pasar, sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah melalui ekstensifikasi produk kain menjadi pakaian jadi bernilai jual tinggi," ungkapnya.

Meski dalam pandemi Covid-19, maka seluruh rangkaian kegiatan pameran ini dilaksanakan sesuai standar protokol kesehatan, seperti pembagian jadwal dan pembatasan jumlah pengunjung. "Kami juga mengajak masyarakat untuk mengunjungi pameran KKI 2020 secara virtual melalui website www.karyakreatifindonesia.co.id lewat fitur platform yang dibuka sejak 30 Agustus 2020," tutur Azka.

Pengrajin Batik Blimbing sebagai salah satu UMKM binaan BI Malang, Wiwik Niarti menilai, perhelatan pameran tersebut sangat membantu eksistensi UMKM khususnya di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. "Di awal kita memang kesulitan di era digital, karena minimnya pengetahuan. Tetapi setelah mendapatkan ilmu dari BI, sekarang bisa berjualan (secara online)," ujar Wiwik. 

Di awal pandemi pada Mei hingga Juli lalu, Wiwik mengaku sempat kesulitan mengembangkan UMKM batik miliknya. Menurunnya daya beli masyarakat menjadi penyebab utama. Namun ia yakin, upaya promosi yang dilakukan BI dapat kembali meningkatkan eksistensi UMKM. "Sejak Mei hingga Juli saya tidak ada pemasukan sama sekali. Tetapi saya tetap produksi batik, karena saya yakin saat pandemi berakhir, pariwisata berkembang, maka kita semua akan kembali bangkit," kata wanita berhijab ini. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00