Kenalkan Virtual Tour, UMKM Dan Sektor Wisata Siap Go Digital

KBRN, Malang : Upaya mendongkrak industri pariwisata tidak boleh melupakan pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang menjadi salah satu penyokongnya. Hal tersebut diungkapkan Reza Permadi, Founder Atourin.

Menurutnya, para pelaku UKM bukanlah orang-orang yang mengandalkan dana dan bantuan. Sebab UKM merupakan entrepreneur yang tak mau kalah dengan keadaan.

" Para pelaku UKM di sektor pariwisata hampir selalu berbangga karena mereka bisa mandiri. Mereka jarang sekali meminta bantuan. Mereka mampu bergerak secara dinamis," ujarnya, Kamis (30/7/2020).

Meski demikian, Reza tak menampik kenyataan bahwa pandemi COVID-19 berdampak pada anjloknya penjualan dan pendapatan mereka. Namun, platform digital diklaim cukup membantu mereka untuk tetap bertahan, " Maklum, pandemi telah membatasi orang untuk berwisata dan ini berdampak pada bisnis para pelaku UKM di sektor pariwisata tersebut," katanya.

" Untungnya, kami masih tertolong dengan teknologi digital. Kami mulai memperkenalkan virtual tour untuk mengenal tempat-tempat wisata. Ini bukan untuk substitusi destinasi, melainkan sebagai media promosi tempat wisata dan bila pada saatnya nanti pandemi mereda, mereka tertarik untuk mengunjunginya," ucapnya lebih lanjut.

Seperti tour sesungguhnya di tempat wisata, tour virtual ini juga melibatkan para pemandu wisata. Untuk itu, pihaknya mengundang para pemandu wisata untuk menjalani pelatihan menggunakan teknologi digital. "Di sini, kami juga menggandeng para pelaku UKM, khususnya yang memiliki usaha oleh-oleh untuk turut berpromosi. Ini menjadi salah satu cara kami mendukung UKM sembari meyakinkan mereka bahwa ini saat tepat untuk go digital, " imbuhnya.

Pandangan senada juga disampaikan oleh Andi Yuwono, Ketua Asosiasi Desa Wisata  Indonesia (Asidewi). Menurutnya, UKM di pedesaan selama ini cukup mandiri dan mampu bertahan di tengah pandemi ini. Mereka tidak menggantungkan diri pada uluran tangan pemerintah. "Kami sekarang sedang menunggu kepastian kapan desa wisata bisa dibuka kembali secara optimal. Saat ini, kami sudah siap dengan penerapan protokol kesehatan yang berlaku," kata Andi.

Ia menambahkan, masa pandemi ini, justru dimanfaatkan oleh para pengelola desa wisata untuk mempersiapkan diri dan juga memanfaatkan masa ini untuk membenahi banyak hal. Termasuk mempersiapkan wisata desa yang nyaman dan aman sesuai protokol kesehatan, tanpa harus merusak identitas desa, kearifan lokal, dan keasliannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00