Stok Langka, Harga Daging Ayam Tembus Rp 40 Ribu Per Kilogram

Ilustrasi penjualan ayam

KBRN, Malang: Harga daging ayam di pasar tradisional Kota Malang kini mencapai 40 ribu per kilogram. Minimnya stok ayam dari peternak menjadi penyebab melonjaknya harga daging ayam. Begitu pula dengan stok ayam kampung.

Hamidah, salah seorang pedagang ayam di Pasar Besar Malang mengungkapkan, kenaikan harga daging ayam terjadi sejak sepekan terakhir. Sebelum menembus angka Rp 40 ribu per kilogram, daging ayam dibanderol seharga Rp 37 ribu per kilogram. “Kenaikannya langsung Rp 3 ribu per kilogram,” ungkap Hamidah, Jumat (3/7/2020).

Stok daging ayam dari peternak kini berkurang hingga 50 persen. Jika biasanya ia mendapat pasokan 50-60 ekor ayam per hari, kini berkurang menjadi 30 ekor per hari. “Stoknya agak langka. Ayam kampung malah tidak ada barangnya,” katanya.

Mahalnya harga daging ayam membuat konsumen mengurangi jumlah pembeliannya. Jika biasanya rata-rata membeli satu kilogram, kini berkurang menjadi setengah kilogram. “Pembeli yang biasanya beli daging, ada yang sekarang beli kaki ayam atau sayap karena harganya lebih murah,” tutur perempuan berhijab ini.

Tak hanya daging ayam, harga kaki ayam, kepala dan sayap ayam juga ikut naik. Untuk kaki ayam kini dibanderol Rp 25-30 ribu per kilogram padahal sebelumnya dijual Rp 20 ribu per kilogram. Sayap ayam yang sebelumnya dijual Rp 30 ribu per kilogram, kini dijual Rp 32-35 per kilogram. “Kepala ayam juga naik dari Rp 8 ribu per kilogram, saat ini dijual Rp 12 ribu per kilogram,” tandasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat angka inflasi pada Juni lalu tercatat sebesar 0,44 persen. Kenaikan harga daging ayam ras sebesar 12,81 persen memberikan andil paling besar terhadap angka inflasi Kota Malang. Angka inflasi itu merupakan yang tertinggi di Jawa Timur. Inflasi ini memberikan isyarat adanya geliat ekonomi di Kota Malang. Jika warga tetap disiplin menjaga protokol kesehatan, maka geliat ekonomi di Kota Malang akan bisa terus berjalan meski di tengah pandemi Covid-19,” kata Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00