Imbas Covid-19, Retribusi Pasar Tradisional di Kabupaten Malang Digratiskan

KBRN,Malang: Imbas Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), retribusi harian kios di Pasar tradisional di Kabupaten Malang kembali digratiskan. Akibatnya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 7,1 miliar terancam tidak tercapai. 

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang, Agung Purwanto mengatakan mulai Senin (22/6/2020), pemilik kios atau bedak di seluruh Pasar Kabupaten Malang kembali tidak dipungut retribusi.

"Sebelumnya, retribusi harian ini sempat ditarik per 16 Juni kemarin setelah dibebaskan mulai awal April 2020 imbas Covid-19," ungkap Agung Purwanto, Selasa (23/6/2020).

Kata dia,  masa pembebasan retribusi bagi pemilik kios di pasar tradisional dilakukan hingga Kabupaten Malang memasuki tatanan kehidupan normal baru.

" Masa transisi tatanan kehidupan normal kan diperpanjang, jadi yang pembebasan retribuai juga diperpanjang lagi," terangnya.

Dampaknya lanjut Agung, target PAD Rp 7,1 miliar tidak bisa terpenuhi. Selama ini, untuk satu bulan  retribusi harian pasar mampu mengumpulkan pendapatan sebesar Rp 550 sampai Rp 560 juta dari seluruh pasar tradisional.

Terpisah, Kepala UPT Pasar Lawang, Sigit Sugiarto menjelaskan, setiap kios atau bedak ditarik Rp 1000 sampai 6000  per-hari untuk retribusi. 

" Tingginya tarikan retribusi itu didasarkan dari jenis kios, jenis dagangan dan juga luasnya kios mas," urainya.

Sigit menambahkan, pedagang yang  lapaknya hanya berupa meja dan tidak ada atap, retribusinya sama dengan pedagang yang lapaknya di pinggir pasar, yakni ditarik retribusi rendah. Sedangkan  retribusi tertinggi sebesar Rp 6000 per hari yang biasanya diberlakukan bagi pedagang emas atau baju yang ada di dalam pasar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00