Jual-Beli Emas Mulai Bangkit di Tengah Pandemi Covid-19

Ilustrasi jual beli emas

KBRN, Malang: Pandemi Covid-19 membuat jual beli emas batangan maupun emas perhiasan sempat lesu. Kondisi perekonomian yang menurun membuat daya beli masyarakat terhadap emas ikut menurun. Di Pasar Besar Malang, pada Maret hingga Mei lalu, daya beli emas menurun hingga 90 persen. Namun memasuki masa transisi menuju tatanan kehidupan baru, penjualan emas mulai meningkat.

"Saat ini kondisi pasar sudah mulai ada pembeli, jual beli emas mulai pulih, peningkatan pembelian sekitar 20 persen. Saat awal adanya Covid-19 lalu jarang ada yang beli emas, mayoritas menjual emas karena butuh uang," kata Sulthon, pemilik toko emas Masyhur di Pasar Besar Malang, Rabu (17/6/2020).

Ia mengungkapkan, saat ini harga emas murni berada di kisaran angka Rp 800 ribu per gram, Padahal bulan lalu harganya menembus angka Rp 900 ribu per gram. "Kalau emas murni dengan kadar 75 persen saat ini dijual Rp 590 ribu sampai dengan Rop 600 ribu. "sebelum lebaran lalu harganya mencapai Rp 675 ribu. Jadi harga emas rata-rata turun sekitar 70 ribu per gram," ungkapnya. 

Hal serupa juga dirasakan pedagang toko emas Bulan Purnama, Yuli A. Ia mengaku beberapa hari terakhir terjadi peningkatan penjualan emas sekitar 20 persen. Begitu pula dengan penjualan cincin pernikahan, mengingat saat ini sudah mulai diperbolehkan menggelar respesi pernikahan. "Khusus untuk cincin pernikahan penjualannya naik sekitar 5 persen. Saat awal pandemi Covid-19 penjualan turun 75 persen, sekarang sudah mulai banyak yang beli emas batangan ataupun perhiasan," ujar Yuli.

Di toko emas tersebut, harga emas batangan saat ini berada di kisaran harga normal yakni Rp 781 ribu per gram. Harga itu menurun dibandingkan awal Juni lalu yang dibanderol seharga Rp 805 ribu per gram. "Kalau harga emas perhiasan saat ini sebesar Rp 625 ribu hingga Rp 650 ribu per gram," tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00