Kota Malang Alami Inflasi Tertinggi di Jawa Timur

Pedagang bawang merah dan cabai di Pasar Besar Malang. Komoditas tersebut selalu berpengaruh terhadap angka inflasi di Kota Malang

KBRN, Malang: Setelah mengalami deflasi selama dua bulan berturut-turut, Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,27 persen di bulan Mei 2020. Bahkan inflasi kota pendidikan merupakan yang tertinggi di Jawa Timur. Kenaikan tarif angkutan udara sebesar 24,98 persen menjadi komoditas utama penyumbang inflasi Kota Malang selama Mei 2020.

"Tarif angkutan udara sangat berpengaruh terhadap angka deflasi dan inflasi di Kota Malang," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Sunaryo, Rabu (3/6/2020).

Selain tarif angkutan udara, berbagai komoditas penyumbang inflasi diantaranya kenaikan harga daging ayam rasa sebesar 12,62 persen, kenaikan harga bawang merah sebesar 10,51 persen, bayam 17,89 persen, sabun detergen 1,84 persen, buah naga 15,92 persen, pepaya 6,66 persen, jeruk 3,03 persen, dan kenaikan harga ayam kampung sebesar 4,82 persen.

"Kenaikan biaya langganan internet sebesar 0,59 persen juga mempengaruhi angka inflasi Kota Malang. Kebijakan bekerja rumah saja saat pandemi Covid-19 memang membuat konsumsi masyarakat terhadap paket internet naik," tuturnya. 

Pada kelompok pengeluaran,  inflasi Kota Malang dipengaruhi kelompok transportasi sebesar 2,17 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,41 persen, informasi komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,14, pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen, kesehatan 0,01 persen. 

"Sedangkan kelompok pengeluaran perumahan, rekreasi olahraga dan budaya, pendidikan, serta penyedia makanan minuman atau restoran tercatat 0 persen," ujar Sunaryo. 

Jika Kota Malang menempati inflasi tertinggi di Jatim, posisi kedua ditempati Kota Surabaya dengan inflasi sebesar 0,21 persen, Kediri sebesar 0,19 persen, Probolinggo 0,05 persen, Jember 0,03 persen, Sumenep dan Banyuwangi 0,02 persen, serta Madiun sebesar 0,01. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Azka Subhan Aminurridho menilai, tarif angkutan udara memberikan andil yang cukup signifikan terhadap inflasi Kota Malang. Kembali beroperasinya beberapa maskapai dalam masa pandemi Covid-19 serta kebijakan pengecualian izin penumpang pesawat untuk pihak-pihak tertentu.

"Sementara peningkatan harga daging ayam ras lebih disebabkan karena faktor seasonal seiring dengan tingginya permintaan selama bulan puasa dan Idul Fitri. Bawang merah juga memberikan andil terhadap inflasi Kota Malang akibat stok bawang merah yang mulai berkurang karena panen bawang merah telah selesai," ungkapnya. 

Salah satu klaster pangan KPw BI Malang menyatakan bahwa panen bawang merah dengan jenis biru lancor diperkirakan akan dimulai pada Juni 2020. Namun demikian, inflasi Kota Malang periode Mei 2020 cukup tertahan oleh harga komoditas pangan yang masih relatif terjaga seperti penurunan harga pada komoditas telur ayam ras, cabai rawit dan bawang putih.

"Tekanan inflasi pada bulan Juni 2020 diperkirakan sedikit mereda dibandingkan saat ini seiring dengan telah berakhirnya momen bulan puasa dan Idul Fitri. Dengan tetap mempertimbangkan potensi risiko ke depan, serta kontribusi positif kebijakan pemerintah pusat dan daerah maupun koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dengan Bank Indonesia, KPw BI Malang tetap optimis realisasi inflasi Kota Malang akan berada pada rentang 3,0+1% sesuai target inflasi 2020," tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00