Dampak Covid-19, 45 Ribu Debitur di Malang Ajukan Restrukturisasi Kredit

Ilustrasi uang

KBRN, Malang: Pandemi Covid-19 atau virus Corona berdampak pada sektor ekonomi di wilayah Malang termasuk di sektor kredit. Hal itu terbukti dengan adanya pengajuan restrukturisasi kredit oleh 45.790 debitur di wilayah Kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang. 

“Dari 45 ribu lebih debitur di wilayah kerja Malang,  disetujui permohonan keringanan atau restrukturisasi oleh perbankan dan perusahaan pembiayaan nilai kreditnya mencapai Rp 5,6 triliun,” kata Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri, Selasa (19/5/2020).

Menurutnya, para debitur mayoritas memilih mengajukan penundaan pembayaran kredit atau perpanjangan masa tenor. Namun sebagian jug mengajukan grace period atau penggeseran pembayaran dan pengurangan suku bunga.

“Jumlah restrukturisasi kredit akibat pandemi Covid-19 yang diajukan juga masih aman bagi lembaga jasa keuangan. Sebab jumlah kredit yang dikucurkan sampai April 2020 mencapai Rp 61  triliun,” ujarnya.

Sugiarto menjelaskan, program restrukturisasi kredit yang didorong oleh pemerintah itu bermanfaat bagi kedua belah pihak baik dari sisi kreditur maupun debitur.

“Dari sisi kreditur diuntungkan karena angka non performing loan (NPL) atau kredit macet dapat ditekan. Sementara bagi debitur, kebijakan itu bermanfaat karena OJK tidak memasukkan mereka dalam daftar hitam karena menunggak,” paparnya.

Dengan begitu, diharapkan debitur maupun kreditur tetap bisa berjalan meski tidak bisa normal ketika tidak di masa pandemi Covid-19. Dari data, NPL di wilayah kerja OJK Malang tercatat sebesar 2,74 persen. Jumlah itu naik dibandingkan tahun lalu yang berada di angka 1,9 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00