Sektor Riil Harus Mendapat Perhatian Besar di Tengah Pandemi Covid-19

KBRN, Malang: Pandemi Covid-19 berdampak pada sektor ekonomi nasional melalui berbagai bidang. Namun dampak ini akan semakin terasa ketika pendemi ini menyerang sektor riil. Pasalnya, sebagian besar pelaku ekonomi berada di sektor tersebut. 

Hal tersebut diungkapkan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Prof. Ahmad Erani Yustika, SE., M.Sc., Ph.D. Menurutnya, dari kalkulasi makro ekonomi, tidak perlu cemas terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Sebab berdasarkan hasil analisis The Economist, Indonesia masuk sebagai negara dengan ekonomi terkuat ke-16 dari 66 negara yang ekonominya berdampak setelah pandemi. 

“Pertumbuhan ekonomi pasti anjlok, namun secara umum ekonomi nasional masih memiliki daya tahan yang memadai dalam jangka pendek. Sektor moneter dan fiskal dalam jangka pendek masih aman, namun tetap wajib dipantau secara reguler atau mingguan," katanya, Minggu (10/5/2020).

Ia menjelaskan, ekspektasi terhadap ekonomi di Indonesia pada sektor riil dapat dilihat dari dua indikator, yaitu penjualan semen dan kendaraan bermotor. "Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia, konsumsi semen pada bulan Januari-Februari sebanyak 10,90 juta ton, atau turun 4,03 persen. Sedangkan menurut Asosiasi Sepeda Motor Indonesia penurunan penjualan sepeda motor berkisar 25 sampai 30 persen, dan penjualan mobil pada bulan Maret turun 15 persen," ujarnya.

Selain sektor riil, sambung Erani, jalur transmisi krisis juga dapat mengenai empat sektor lainnya, yaitu moneter, perbankan, fiskal, dan neraca pembayaran. "Untuk itu pemerintah dan masyarakat berjibaku melakukan hal-hal terbaik dengan menggunakan modal finansial dan modal sosial untuk membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19,” tutur Erani.

Untuk itu, masih kata Erani, saat ini yang bisa dilakukan adalah membuat ruang-ruang yang memungkinkan kehidupan dapat berjalan dengan baik. “Meskipun tidak pada level optimal, namun tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan dari pemerintah. Seperti mendorong UMKM menggunakan pemanfaatan teknologi,” kata dia.

Ia mencontohkan, untuk sektor perikanan misalnya, 

yang biasanya menjual langsung di tempat penangkapan, sekarang difasilitasi dengan aplikasi untuk menjangkau konsumen. ”UMKM yang memiliki produk yang baik juga harus diapresiasi oleh Kementerian UMKM dengan disebarluaskan atau dipromosikan ke masyarakat umum,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00