Akibat Covid-19, Transaksi Pegadaian di Malang Meningkat

KBRN, Malang: Pendemi Covid-19 mulai berdampak pada sektor perekonomian warga. Lesunya dunia usaha dan adanya pemutusan hubungan kerja membuat sebagai warga kesulitan mendapatkan penghasilan. Pegadaian dinilai menjadi salah satu upaya untuk mendapatkan uang. Sejak adanya pandemi Covid-19, terjadi peningkatan transaksi pegadaian di Kota Malang.

Sales Head Pegadaian Cabang Malang, Mulyono mengatakan, peningkatan transaksi pegadaian itu terjadi sejak sebulan terakhir. Di pegadaian, ada dia produk yakni KCA dan non KCA. “Untuk non KCA seperti gadai biasa emas mengalami peningkatan 18-20 persen,” kata Mulyono, Rabu (15/4/2020).

Sedangkan untuk produk non KCA yang diperuntukkan untuk modal usaha, pengadaan kendaraan bermotor dan yang lainnya justru menurun. ”Penurunannya sekitar 15 persen,” ujarnya. 

Nasabah yang mengajukan gadai, sambung Mulyono, rata-rata nasabah lama. Namun ada juga beberapa nasabah baru yang mulai mengadakan aneka barang. ”Ada tambahan nasabah yang baru kuranv lebih 5 persen. Memang dengan suasana seperti ini ada yang butuh uang untuk modal usaha, tetapi tidak menutup kemungkinan juga untuk keperluan sehari-hari, apalagi kondisinya hanya PHK,” tuturnya.

Meski transaksi gadai meningkat, pihak pegadaian juga menerapkan phisycal distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19. ”Caranya dengan menata tempat duduk pelayanan kita, penyediaan hand sanitizer, serta mewajibkan semua pegawai dan nasabah menggunakan masker,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00