Dampak Covid-19, Omset Salon Pengantin Turun 80 Persen

KBRN, Malang: Pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai aktivitas dan ekonomi masyarakat. Salah satunya acara pernikahan yang melibatkan massa cukup banyak. Di tengah penyebaran Covid-19, pemerintah pun melarang kegiatan resepsi pernikahan. Hal itu pun salah satunnya berdampak pada usaha salon pengantin.

Di Dian Salon yang terletak di Kecamatan Blimbing Kota Malang misalnya, omsetnya menurun hampir 80 persen. Pasalnya, hampir seluruh klien membatalkan acara resepsi pernikahannya. "Dampak Corona ini sangt besar, prosesi pernikahan bulan ini banyak yang cancel karena imbauan pemerintah dilarang mengumpulkan banyak orang. Sehingga acara besar banyak yang ditunda," kata Subur Triono, pemilik Dian Salon, Selasa (7/4/2020).

Meski ada yang membatalkan pernikahan, sebagian masyarakat ada yang tetap melaksanakan prosesi akad nikah saja. Sedangkan untuk resepsinya diundur hingga pandemi Cobid-19 berakhir. "Ada sekitar 30 orang yang membatalkan sejak Maret sampai April, ada juga yang tetap menggelar akad nikah, resepsinya diundur setelah lebaran," ungkapnya.

Ia pun berharap pandemi ini segera berakhir, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Selama ini, rata-rata salonnya melayani rias dan sewa banu pengantin 2-4 pasangan dalam seminggu. "Minggu ini tidak ada sama sekali, padahal biasanya momen sebelum puasa ini banyak yang menikah," tandas Subur. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00