Harga Sembako di Kota Malang Mulai Naik

KBRN, Malang: Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Malang mulai merangkak naik. Saat ini, di pasaran harga komoditi gula pasir kini mencapai Rp 18 ribu per kilogram. Padahal, normalnya harga gula pasir senilai Rp 12.500 per kilogram.

Eko Rasidin, salah seorang pedagang sembako di Kota Malang mengungkapkan, selain mahal, pasokan gula pasir sejak beberapa pekan lalu sangat minim. Padahal biasanya ia mendapatkan pasokan gula setiap tiga hari sekali. "Barangnya susah, setiap minggu naik, awalnya dijual Rp 16 ribu, lalu naik lagi Rp 17 ribu, sekarang terpaksa jual Rp 18 ribu karena dari distributor harganya terus naik," ungkapnya, Sabtu (4/4/2020).

Tak hanya gula pasir, namun kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan, seperti harga beras premium. Harganya kini naik menjadi Rp 12 ribu per kilogram, padahal sebelumnya dibanderol Rp 11 ribu per kilogram. "Harga telur ayam ras kini mencapai Rp 25 ribu, normalnya sekitar Rp 22 ribu per kilogram," katanya.

Sementara berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), harga gula di sejumlah pasar tradisional Kota Malang rata-rata senilai Rp 17.900 per kilogram. Sedangkan harga beras premium sebesar Rp 12.100 per kilogram dan beras IR64 senilai Rp 10.600 per kilogram. Sementara harga telur ayam ras sebesar Rp 24.500 per kilogram.

Meski harga sejumlah kebutuhan pokok naik, namun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Malang justru mengalami deflasi -0,41 persen di bulan Maret 2020. Deflasi Kota Malang terutama disebabkan oleh penurunan tarif angkutan udara sebesar 26,35 persen. 

"Tarif angkutan udara memiliki andil yang signifikan sehingga fluktuasi tarif angkutan udara akan sangat berdampak terhadap realisasi inflasi/deflasi di Kota Malang. Sementara itu meski komoditas lainnya mengalami kenaikan harga tapi perlu dilihat juga seberapa besar andil komoditas tersebut terhadap inflasi/deflasi Kota Malang," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Azka Subkhan Aminurridho.

Ia menambahkan, faktor lain yang menyebabkan deflasi bulan ini adalah turunnya harga beberapa komoditas bahan makanan dan hortikultura akibat mulai bertambahnya pasokan, seiring dengan kondisi seasonal telah dimulainya musim panen.

"Dengan tetap mempertimbangkan potensi risiko kedepan, serta kontribusi positif kebijakan pemerintah pusat dan daerah dan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dengan Bank Indonesia, KPw BI Malang tetap optimis realisasi Kota Malang akan berada pada rentang 3,0±1% sesuai target inflasi 2020," tandasnya.   

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00