Maksimalkan Potensi Pajak, Pemkot Malang Gunakan ‘Tapping Box’

KBRN, Malang: Upaya untuk memaksimalkan potensi pajak daerah terus dilakukan di Kota Malang. Kini, Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang bekerjasama dengan Bank Jatim telah melakukan pemasangan ‘Tapping Box’ di empat jenis pajak. Yakni pajak restoran, hotel, parkir, dan hiburan.

Dengan adanya alat tersebut, pendapatan pajak dari wajib pajak akan diketahui secara lebih akurat atau real time. Alat tersebut dipasang di mesin kasir untuk menghitung setiap transaksi yang terjadi di tempat usaha. Nantinya, data akan masuk ke server pemerintah. Dengan begitu, potensi pajak yang terjadi di tempat usaha bisa diketahui. Saat ini, sedikitnya 250 unit Tapping Box telah disiapkan dan dipasang di sejumlah mesin kasir yang terdapat di empat jenis pajak tersebut.

“Ini merupakan fasilitas untuk melaporkan lewat sistem, jadi memudahkan pelaporan pajak. Meskipun sesuai regulasinya, wajib pajak berhak melaporkan sendiri atau self assessment nilai pajaknya setiap tanggal 1-10 bulan berikutnya. Jadi hasil yang dilaporkan alat ini sebagai data pembanding, jika ditengarai potensinya kurang, kita turun lagi,” kata Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penagihan BP2D Kota Malang, Dwi Cahyo, Kamis (5/12/2019).

Menurutnya, upaya pemasangan alat dan sosialisasi terus dilakukan agar wajib pajak memahami dan mengimplementasikan kebijakan demi memaksimalkan potensi pajak. “Alatnya terus dipasang, sosialisasi juga terus meski SDM kita terbatas. Ke depan kita juga gunakan sistem e-BPHTB dalam rangka transparansi,” tuturnya.

Tapping Box tersebut, sambung Cahyo, bisa digunakan untuk semua jenis mesin kasir. Jika ada wajib pajak yang tidak menggunakan cash register, maka bisa menggunakan Payment Online System (POS). “Hari ini kita pasang di warung Subuh, ternyata disana mesin kasirnya masih lama. Kita sarankan pakai POS agar bisa dihubungkan dengan Tapping Box,” ungkap Cahyo. 

Selain di Warung Subuh, tim BP2D juga melakukan pemasangan alat di Rumah Makan Kertanegara, Hotel Amaris, serta Guest House Kertanegara. “Sebelum dipasang, tim melakukan survei ke tempat usaha itu. Ke depan kita juga mendorong pengusaha beralih dari kasir manual, sehingga penghitungan pajaknya bisa lebih efektif,” tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00