Jatim Jadi Ujung Tombak Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan

Kick Off
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa komitmen dukung gerakan nasional penanggulangan inflasi pangan

KBRN, Malang : Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengajak Pemda di Jatim untuk bersama dan saling bergotong royong untuk bersatu ini dilakukan demi rakyat. Sebab saat ini Indonesia sedang mengalami inflasi pangan, dimana harga-harga kebutuhan pokok sedang tidak stabil.

Hal itu disampaikannya saat hadir langsung dalam Kick Off Gerakan Nasional Inflasi Pangan yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) di Grand Mercure Hotel Mirama Malang, Rabu (10/8/2022).

"Ini bukan masalah ekonomi bukan juga masalah sosial, tetapi masalah pangan," ujarnya.

Di belahan  dunia lain seperti Amerika, China saat ini pertumbuhan ekonominya berada sekitar 3 persen.

"Tetapi di Indonesia bisa mencapai 5 persen, ini juga akan diprediksi akan terus membaik asal tidak ada gejolak politik," katanya.

Melalui gerakan  pangan nasional itu, diharapkan bisa membuat kondisi pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional terus terjaga. 

Gerakan ini, lanjutnya,  bisa dimulai dengan bersinergi antara pemerintah daerah. Misalnya  apabila ada produksi yang lebih untuk disalurkan ke daerah lain yang membutuhkan, untuk itu Pemda bisa saling bergotong royong.

Selain itu pihaknya  juga meminta komitmen Pemda untuk menggelar operasi pasar di tiap-tiap daerah agar harga dipasaran bisa turun dan nantinya akan ada suport anggaran dari pusat dan Komisi XI  akan menyiapkan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK)  

Sementara itu Gubernur Jatim  Khofifah Indar Parawansa yang juga turut hadir dalam acara tersebut menyampaikanl bahwa Jatim telah memberi kontribusi pertumbuhan ekonomi sebesar 14,30 persen untuk nasional. 

Dimana pertumbuhan ekonomi Jatim di Triwulan II tahun 2022 di angka 5,74 persen. Sedangkan untuk kontribusi 25,30 persen PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) di Pulau Jawa. 

"Saya berharap ada kebijakan pemerintah pusat untuk mendukung peningkatan sektor holtikultura secara massif. Pasalnya di Jawa Timur lahan pertanian masih cukup luas dan hal ini bisa mendukung program gerakan nasional untuk penanganan inflasi pangan Indonesia," terangnya.

Ia juga meminta pemerintah pusat mengolah kebijakan dengan tepat sasaran melihat kondisi daerah perdaerah dengan potensinya masing-masing di bidang pangan. 

Untuk diketahui dalam acara tersebut selain di hadiri langsung Gubernur BI, Anggota Komisi XI Andreas Susetyo, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga dihadiri Walikota / Bupati se Jatim.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar