Mahalnya Cabai Rawit Masih Jadi Penyumbang Inflasi Kota Malang

KBRN, Malang : Harga komoditas cabai yang relatif mahal masih menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di Kota Malang selama beberapa waktu terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat angka inflasi di kota pendidikan pada Juni 2022 sebesar 0,61 persen. Komoditas cabai rawit menjadi penyumbang terbesar dengan andil sebesar 0,26 persen.

"Kenaikan harga cabai rawit ini memang luar biasa, karena harganya naik 160,49 persen," kata Kepala BPS Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini, Senin (4/7/2022).

Setelah Cabai rawit komoditas lain yang menjadi penyumbang inflasi meliputi kenaikan tarif angkutan udara sebesar 5,16 persen dengan andil 0,08 persen, kenaikan harga bawang merah sebesar 30,1 persen dengan andil 0,07 persen, harga kontrak rumah naik sebesar 0,91 persen, dan harga cabai merah naik 60,37 persen.

"Komoditas lain yang menjadi penyumbang inflasi adalah kenaikan harga tomat, telur ayam ras, mobil, pisang, dan buah pir," tuturnya.

Selain komoditas penyumbang inflasi, ada sejumlah komoditas utama yang mengalami deflasi. Yakni penurunan harga tongkol yang diawetkan, beras karena saat ini masih musim panen, harga bayam, daging ayam ras, dan bawang putih.

"Komoditas lain penyumbang deflasi adalah komoditas anggur, jeruk, ayam hidup, jagung manis, dan mangga," ujar Erny. 

Angka inflasi Kota Malang pada bulan Juni 2022 ini sama dengan angka inflasi nasional. Namun lebih tinggi dibandingkan inflasi rata-rata Jawa Timur sebesar 0,52 persen. Inflasi terbesar dialami Kota Kediri sebesar 0,78 persen, selanjutnya Kota Probolinggo 0,74 persen, Kabupaten Jember 0,71 persen, Madiun 0,66 persen, Banyuwangi 0,61 persen, Kota Surabaya 0,46, dan yang terendah Sumenep 0,45 persen. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar