Mei 2022, Realisasi APBN di Malang Raya Capai Rp 2,66 T dan Tumbuh 6,01%

Ilustrasi APBN (Foto: Istimewa)

KBRN, Malang : Realisasi serapan APBN di wilayah Malang Raya berdasarkan data Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN) sampai dengan Mei sebesar Rp 2,66 triliun atau 27,18% dari total pagu sebesar Rp 7,71 triliun. 

Realisasi belanja APBN di wilayah pembayaran KPPN Malang yang meliputi Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kota Malang, Kota Pasuruan dan Kota Batu.

“Bila dibanding dengan periode yang sama tahun lalu, mengalami pertumbuhan persentase sebesar 6,01% dari realisasi Mei tahun 2021 sebesar Rp 2,56 triliun atau 28,45% dari total pagu sebesar Rp 8,99 triliun,” kata Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang, Rintok Juhirman, Selasa (7/6/2022).

Ia menjelaskan, dari total realisasi belanja sebesar Rp 2,66 triliun tersebut, untuk Belanja Pemerintah Pusat yang meliputi instansi vertikal Kementerian/Lembaga sebesar Rp 2,12 triliun atau 36,13% dari total pagu sebesar Rp 5,88 triliun, dan Tansfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp 532,84 miliar atau 29,10% dari pagu sebesar Rp 1,83 triliun.

“Realisasi Belanja Pemerintah Pusat di KPPN Malang sampai dengan bulan Mei 2022 terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp 1,51 triliun atau 41,25% dari pagu sebesar Rp 3,67 triliun. Belanja Barang terealisasi sebesar Rp 581,34 miliar atau 28,87% dari pagu sebesar Rp 2,01 triliun,” paparnya.

“Belanja Modal terealisasi sebesar Rp 15,21 miliar atau 11,96% dari pagu sebesar Rp 179,58 miliar dan merupakan terkecil realisasinya. Sementara itu, Belanja Bantuan Sosial terealisasi Rp 7,28 miliar atau 45,73% dari pagu sebesar Rp 15,92 miliar dan merupakan yang terbesar persentase realisasinya,” imbuhnya.

Untuk TKDD di KPPN Malang terdiri dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik terealisasi sebesar Rp 4,90 miliar atau 1,53% dari pagu sebesar Rp 320,74 miliar. DAK Non Fisik telah terealisasi sebesar Rp 203,40 miliar atau 28,72% dari total pagu sebesar Rp 708,33 miliar, untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan BOP Kesetaraan yang dikelola oleh Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). 

“Sementara itu, untuk Dana Desa (DD) terealisasi sebesar Rp 324,55 miliar atau 40,46% dari total pagu sebesar Rp 802,05 miliar,” tuturnya.

Sedangkan penyaluran Dana BOS sampai dengan bulan Mei 2022 telah mencapai Rp 174,71 miliar atau sebesar 30,43% dari total pagu BOS 2022 sebesar Rp 574,10 milyar dengan perincian yaitu sebanyak 2973 satuan Pendidikan baik SD/SMP dan 588.926 jumlah siswa SD/SMP. 

“Penyaluran BOP PAUD sampai dengan bulan Mei telah tersalur ke 2395 satuan pendidikan dengan jumlah siswa mencapai 79.526 siswa. Dana yang sudah tersalur mencapai Rp 28,68 miliar atau sebesar 53,22% dari Pagu BOP sebesar Rp 53,89 miliar,” ungkap Rintok.

Pihaknya berharap, melalui percepatan realisasi APBN Tahun Anggaran 2022 secara cepat dan akuntabel oleh Satker dan Pemda mitra kerja KPPN Malang dapat bermanfaat guna pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar