Harga Cabai Rawit Merah di Kabupaten Pasuruan Tembus Rp 92 Ribu per Kilogram

Karena stok menipis, para penjual cabai rawit merah di hampir semua pasar di Kabupaten Pasuruan sepakat menaikkan harga. Hal itu dilakukan banyak cabai yang rusak dan petani mau tak mau harus melakukan hal ini

KBRN, Pasuruan : Harga cabai rawit merah di pasaran dalam sepekan terakhir menunjukkan tren kenaikan yang fantastis.

Seperti hari ini misalnya. Dari catatan Siskaperbapo (sistem informasi ketersediaan bahan pokok) Disperindag Kabupaten Pasuruan, di tiga Pasar Daerah, rata-rata harga cabai rawit merah per satu kilogramnya mencapai Rp 92 ribu.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Diano Vella Fery melalui Kabid Pengembangan dan Perdagangan, Mita Kristiani mengatakan, kenaikan harga cabai rawit merah cukup banyak dalam setiap minggunya.

Ia mencontohkan untuk harga pada minggu kemarin masih di kisaran Rp 70 ribu. Sedangkan di awal minggu ini. harga cabai rawit merah tembus Rp 92 ribu.

"Naiknya lumayan banyak. Minggu lalu saja masih Rp 70 ribu, dan kemarin naik jadi Rp 88 ribu dan sekarang naik lagi jadi Rp 92 ribu," kata Mita di sela-sela kesibukannya, Senin (6/6/2022) pagi.

Semakin pedasnya harga cabai rawit di Kabupaten Pasuruan disebabkan semakin menipisnya ketidaktersediaan stok di pasar. Sedangkan menurunnya stok cabai tak lain karena tidak stabilnya cuaca yang membuat banyak tanaman cabai menjadi rusak sebelum bisa dipanen.

Berbanding terbalik dengan banyaknya permintaan cabai. Terlebih akan mendekati Hari Raya Idul Adha dan maraknya musim pernikahan, sehingga mau tak mau penjual berbondong-bondong menaikkan harganya.

"Karena cuacanya juga tidak stabil, banyak yang rusak cabainya yang berakibat stok menipis. Padahal banyak yang nyari, ya akhirnya harga dinaikkan," ucapnya.

Meski terus meningkat, namun Disperindag Kabupaten Pasuruan tidak dapat melakukan intervensi harga cabai.

"Kita hanya monitoring dan memastikan stok cabai masih ada di pasaran," singkatnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar