Ketersediaan Minyak Goreng Curah di Kota Blitar Melimpah

KBRN, Blitar : Pemerintah Kota Blitar bersama dengan pihak kepolisian dan TNI, secara berkala terus melakukan pemantauan ketersediaan minyak goreng curah sekaligus harga jualnya di pasaran. Hal ini guna memastikan jika harga masih dalam batas wajar dan tidak ada kenaikan yang signifikan seperti di daerah yang lainnya.

Kepala Bidang Pengawasan dan Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Adam Bachtiar mengatakan, sejauh ini kondisi ketersediaan dan harga jual minyak goreng di pasar tradisional dan agen agen besar terpantau aman. Justru ketersediaannya melimpah, dan harga nya terpantau stabil sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni 14.500-14.800 per liternya.

Ia menyebut, sejumlah agen besar sudah rutin mendapat pasokan minyak goreng curah, bahkan per hari stok yang dimiliki sekitar 4000 liter untuk per agen nya, sedangkan di Kota Blitar ada 11 agen besar. Ini berarti stok minyak goreng sudah bisa mencukupi warga Kota Blitar dan juga warga Kabupaten Blitar sebagian.

"Alhamdulillah kondisinya kondusif dan aman, stok nya melimpah harga jualnya sudah sesuai dengan ketentuan. Sudah sangat mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Blitar," kata Adam Bachtiar, Jumat (27/5/2022).

Sementara itu, pemilik toko Bromo yang menjual minyak goreng curah bernama Anton mengatakan, per hari stok minyak goreng yang dimilikinya sekitar 10 ribu liter. Harga jual secara eceran senilai Rp14.800 untuk liter, sedangkan untuk pembelian puluhan kilo ia berikan harga senilai Rp14.500. Ia menyebut, setiap hari pihaknya selalu mendapat tawaran dari supplier untuk mengirimkan minyak goreng goreng curah, namun karena tempat yang dimiliki toko terbatas, maka pengiriman minyak goreng curah menunggu ketersediaan di toko sudah menipis, karena untuk penyimpanan membutuhkan drum yang besar.

"Saya jualnya yang eceran Rp14.800 dan kalau yang beli puluhan kilo saya hargai Rp14.500," ujar dia.

Sekedar diketahui, pada Kamis (26/5/2022) Satgas Pangan Kita Blitar yang terdiri dari Pemerintah Kota Blitar, Kepolisian dan TNI melakukan inspeksi mendadak minyak goreng sejumlah toko dan pasar tradisional meliputi  di Toko Setia Kawan Jalan Merdeka, Toko Jalan Bromo, pedagang atau pengecer di Pasar Pon dan Toko Utara Pasar Legi Kota Blitar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar