Inilah Tiga Momen Tepat Untuk Berinvestasi

KBRN, Malang : Momen Window Dressing, January Effect dan Imlek adalah waktu yang paling ditunggu para investor setiap tahun. Jelang window dressing pada Desember 2021 ini, indeks Nikkei dan Hang Seng dipastikan mengalami kenaikkan seiring rapor biru laporan kinerja sejumlah perusahaan. 

Analis dan Pimpinan PT Best Profit Future Branch Malang, Andri mengungkapkan, untuk investasi Hang Seng diprediksi harga hingga akhir Desember 2021 akan mencapai level 25.745, sementara saat ini 23.647.

“Sementara Nikkei di rentang 27.400 sampai 29450. Ke depan diprediksi terus naik karena kondisi pandemi Covid-19 diyakini semakin mereda,” kata Andri, Jumat (3/12/2021).

Sedangkan untuk investasi jenis Loco Gold, sambung Andri, saat ini merupakan momen yang tepat. Sebab harganya mengalami tren penurunan ketika akhir tahun, dan diperkirakan akan menyentuh level US$ 1.781/toz pada akhir Desember nanti. 

“Kemudian akan rebound pada minggu pertama Januari 2022 (january effect) menuju level US$ 1800-1850/toz. Jadi saat harganya turun ini adalah momen yang tepat untuk beli. Karena pada Januari hingga imlek mendatang harganya akan naik,” ungkapnya.

Menurut Andri, posisi emas akan terus mengudara hingga imlek 2022 menuju level US$ 1.880/toz karena mulai pulihnya ekonomi dari Covid-19, sehingga mengakibatkan geliat permintaan terhadap emas menjadi tinggi.

“Aroma kenaikkan harga emas telah dimulai sejak minggu kedua Oktober tahun ini. Dari level di bawah US$ 1.700/toz, kini emas terus naik ke level US$ 1.800/toz,” kata dia.

“Pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang terkoreksi terhadap enam mata uang lain hingga 0,3% lebih dalam beberapa minggu terakhir menjadi salah satu penyebab pula. Hingga akhir tahun, harga emas diperkirakan akan menutup di level US$ 1.810/toz,” imbuh Andri.

Ia menegaskan jika di setiap menjelang akhir tahun, emas berjangka hampir dipastikan memiliki peluang keuntungan yang tinggi. Tahapannya dimulai dari menjelang perayaan diwali, para investor bisa mengambil posisi buy (beli) karena harga emas biasanya akan menguat. 

“Kemudian setelah diwali, menuju window dressing emas akan terdorong turun dengan menghijaunya harga saham di pasar keuangan, maka investor disarankan untuk tetap mengambil posisi buy dan menahan posisi hingga pergantian akhir tahun, emas akan kembali mengudara seiring adanya January Effect di awal tahun dan perayaan Imlek,” tuturnya.

Untuk investasi Loco Gold, pada momen yang sama tahun lalu mengalami pertumbuhan sebesar 10-15 persen. Di tengah geliat ekonomi pada tahun ini, pihaknya optimis pertumbuhannya bakal lebih bagus. 

“Selain Loco Gold, saa ini orang juga banyak yang memilih investasi Hang Seng yang diprediksi bertumbuh 23 sampai 28 persen. Sementara Nikkei diprediksi tumbuh 30 hingga 35 persen,” ujarnya.

Terkait pertumbuhan nasabah baru, Andri mengungkapkan jika pada periode Januari hingga November 2021, tercatat ada 258 nasabah baru.

“Ini jumlah pertumbuhan nasabah tertinggi selama ini. Dengan kondisi pandemi, kami meyakini bahwa kesadaran masyarakat untuk berinvestasi justru semakin meningkat,” tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar