Harga Minyak Goreng Picu Inflasi Kota Malang November 2021

Foto: Antara

KBRN, Malang : Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,26 persen pada bulan November 2021. Kenaikan harga minyak goreng sebesar 8,81 persen memiliki andil terbesar yakni 0,08 persen terhadap angka inflasi di kota pendidikan. Meski begitu, inflasi Kota Malang masih lebih rendah dibandingkan angka inflasi Jawa Timur sebesar 0,35 persen dan inflasi nasional sebesar 0,37 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini mengungkapkan, selain kenaikan harga minyak goreng, tercatat ada 9 komoditas lain yang menjadi penyebab angka inflasi. Meliputi kenaikan harga telur ayam ras sebesar 14,65 persen, tarif angkutan udara 3,52 persen, jeruk 6,57 persen, dan sabun deterjen bubuk/cair 1,37 persen.

“Kenaikan harga emas perhiasan, sabun mandi, bedak, pasta gigi, dan buah pepaya juga memiliki andil terhadap inflasi,” kata Erny, Rabu (1/12/2021).

Sementara 10 komoditas lain tercatat mengalami penurunan harga sehingga memiliki andil terhadap deflasi atau penghambat inflasi. Yakni penurunan harga cabai rawit sebesar -10,29 persen, mangga -7,81 persen, bawang merah -4,36 persen, bawang putih -3,81 persen, dan penurunan harga tomat sebesar -5,87 persen.

“Lima komoditas lainnya yang mengalami penurunan harga adalah pisang, daun bawang, daging ayam ras, ikan gurami, dan pembersih/penyegar,” ungkapnya.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memiliki andil 0,65 persen terhadap inflasi. Selanjutnya kelompok makanan minuman dan tembakau 0,63 persen, transportasi 0,39 persen, perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,25 persen, pakaian dan alas kaki 0,16 persen, serta kelompok perumahan air listrik dan bahan bakar rumah tangga memiliki andil 0,05 persen.

“Untuk kelompok lainnya tidak memiliki andil alias 0 persen. Meliputi kelompok kesehatan, penyedia makanan dan minuman (restoran), pendidikan, rekreasi olahraga dan budaya, serta kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan,” tuturnya. 

Sebagai informasi, di wilayah Jawa Timur, angka inflasi tertinggi pada November 2021 ini dialami oleh Kabupaten Sumenep sebesar 0,65 persen. Sedangkan inflasi terendah Kota Madiun sebesar 0,22 persen. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar