Puluhan Ribu Penerima Bantuan Pelaku Usaha Mikro Kabupaten Malang Diusulkan

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang Pantja Ningsih Sri Redjeki. (Foto: Istimewa).

KBRN, Malang : Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Malang mengusulkan puluhan ribu penerima Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM). Puluhan ribu penerima BPUM itu telah didata dan disinkronisasi, juga dikumpulkan. 

"Ada sebanyak 49.000 yang sudah kami usulkan untuk menerima BPUM akan tetapi siapa saja yang berhak menerima belum ada informasinya, ini masih menunggu Surat Keterangan (SK)," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang, Pantja Ningsih Sri Redjeki saat menyampaikan ulasan terkait sinkronisasi dan pendataan Pelaku UMKM, Selasa (15/6/2021). 

Menurutnya, puluhan ribu pelaku UMKM se-Kabupaten Malang itu telah diusulkan untuk menerima Bantuan Pelaku Usaha Mikro yang dikenal dengan Banpresnya.

" Kalau nanti K nya sudah turun, maka akan diserahkan kepada Kelompok Kerja (Pokja), " terang Pantja. 

"Biar Pokja yang menerima ini untuk nantinya kita jangkau guna pemberian pelatihan pelatihan sesuai basis yang telah ditentukan dari data tersebut," sambunya.

Ia membeberkan, Bantuan Pelaku Usaha Mikro itu didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang kemudahan perlindungan dan pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Dalam aturan itu, Kementrian Koperasi dan UMKM diamanatkan 11 agenda. 

"Nah, melalui PP Nomor 7 Tahun 2021 itu, kami memfasilitasi mereka (pelaku UMKM; red) inilah istilahnya, salah satunya terkait dengan penyelenggaraan data tunggal melalui BPUM," urai Pantja. 

Dilakukan pendataan dan sinkronisasi agar akurat dan aktual perkembangannya, sehingga bisa dipantau oleh dinas terkait. Targetnya pelaku UMKM dapat mandiri. 

"Data ini tidak sembarangan, agar dapat kami pantau perkembangannya, ini juga cakupannya cukup penting sebab menjadi faktor vital bagi kita untuk memandirikan mereka serta memudahkan memfasilitasinya dengan aplikasi yang sudah kami sediakan," tegasnya.

Kata dia, aplikasi yang dimaksud ada 2 yakni melalui 'umkm.co.id' dan 'umkm pasti bisa' yang disampaikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang. Pantja menambahkan perbedaan dua aplikasi itu, yakni, untuk umkm.co.id mencakup semua UMKM yang ada di Kabupaten Malang dengan berbagai skala. 

"Sedangkan yang 'umkm pasti bisa' dikhususkan bagi mereka (Pelaku UMKM; red) yang sudah lolos kurasi atau seleksi, jadi kita siapkan naik kelas agar bisa segera mengikuti market place digital," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00