Optimisme Pemulihan Ekonomi, Serapan APBN di Jatim Capai Target

Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Wilayah Jatim, Dedi Sopandi

KBRN, Malang: Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada periode triwulan I tahun 2021 lingkup Provinsi Jawa Timur lebih baik dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2020. Hal ini dinilai sebagai momentum optimisme pemulihan ekonomi nasional khususnya di Jawa Timur. 

"Dengan realisasi pada triwulan I tahun 2021 ini, maka perlu dijaga dan ditingkatan melalui semangat sinergitas antara pihak KPPN Malang dengan para satker mitra kerja selaku kuasa pengguna anggaran," kata Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Wilayah Jatim, Dedi Sopandi, Jumat (16/4/2021). 

Ia menjelaskan, dari pagu Rp 65,95 triliun, hingga 15 April 2021, realisasi serapan APBN di Provinsi Jatim telah mencapai 21,80 persen atau Rp 14,3 triliun. "Yang menggembirakan  adalah capaian belanja modal yang tertinggi dengan realisasi 24,33 persen. Padahal biasanya belanja modal baru terealisasi di triwulan tiga dan empat," tuturnya.

Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, peran APBN yang dikelola menjadi sangat vital untuk peningkatan ekonomi, termasuk dalam hal pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Ditambah dengan stimulus program pemerintah melaluisuntikan modal dan vaksinasi gratis. "Melihat capaian di triwulan pertama ini, kami optimis target pertumbuhan ekonomi di angka 4,5 sampai dengan 5 persen bisa terjadi. Kontraksi ekonomi juga mulai bisa ditekan," ujar Dedi

Sementara di wilayah Malang Raya dan Pasuruan, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang, Teddy mengungkapkan, dari pagu tahun 2021 sekitar Rp 8,6 triliun, saat ini sudah terealisasi 19,68 persen atau Rp 1,7 triliun. "Memang sedikit di bawah realisasi Jatim. Tetapi ini sudah mencapai target di triwulan pertama sebesar 15 persen," kata dia.

Untuk serapan belanja barang saat ini tercapai 14,5 persen, belanja modal 8,35 persen. Jika dibandingkan tahun lalu di awal pandemi, tren realisasi anggaran ini mengalami pertumbuhan. "Kita harapkan dengan hal ini bisa meningkatkan pertumbuhan regional wilayah kerja Malang Raya dan Pasuruan," tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00