FTP UB Dampingi Usahawan Kota Batu Ciptakan Variasi Produk Buah

KBRN, Malang: Tim dosen jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Pertanian (UB) bantu kembangkan CV Bagus Agriseta Mandiri, Kota Batu.  Berbagai pelatihan secara online  tersebut adalah produksi pastry dan pie yang dibimbing oleh Wenny Bekti Sunarharum, STP. M.Food.St.,PhD, bersama Chef Hendro, supervisor Food Production and Training Centre (FPTC – THP), pengolahan teh kulit apel bersama Dr. Erryana Martati, STP. MP, pengemasan produk oleh Dego Yusa Ali, STP. MSc serta pemasaran dengan marketplace online oleh Nur Istianah, ST. MT. M.Eng.

Syamsul Huda, pemilik CV. Bagus Agriseta Mandiri bersyukur atas adanya bantuan yang telah diberikan melalui pelatihan yang dilakukan secara online pada Rabu, (21/10/2020)

"Alhamdulillah terimakasih untuk segenap tim dosen dari FTP UB. Kami sendiri sebenarnya sudah lama memproduksi aneka oleh oleh khas kota kami seperti sari apel, keripik buah, bakpia maupun dodol buah, kami berharap dapat merangkul pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan marketplace online. Apalagi saat ini tengah terjadi pandemi yang lumayan berdampak pada penjualan. Marketplace online merupakan salah satu solusi yang cerdas untuk mengatasinya. Selain itu tak hanya pemasaran, kami juga berterima kasih dengan adanya pelatihan pembuatan pie dan pastry berbahan buah sehingga dapat menambah varian produk kami,” jelasnya.

Sementara itu, Wenny Bekti, koordinator kegiatan mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan  untuk mendiseminasikan hasil riset serta karya inovasi FTP dalam rangka membantu permasalahan dan pengembangan UMKM berbasis pangan dan agroindustri sehingga hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami bersyukur, kalau kegiatan ini bermanfaat. Kami memang sengaja mengajarkan paket lengkap, mulai dari membuat, mengemas, hingga memasarkan. Harapannya, riset kami tidak sekedar menjadi bahan pustaka tetapi juga dapat diimplentasikan bagi masyarakat luas. Kami juga sengaja mengangkat bahan lokal guna menaikkan nilai jualnya sekaligus mengedukasi bahwa penganan modern pun dapat dibuat menarik, lezat dan bervalue meski menggunakan komoditas setempat,” ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00