Penyebaran Covid-19 Menurun, Kota Malang Isyaratkan Sekolah Tatap Muka?

KBRN, Malang: Tingkat kesembuhan warga Kota Malang yang terpapar Covid-19 terus meningkat, begitu pula dengan tingkat kedisiplinan warga menaati protokol kesehatan. Kini kota pendidikan dikategorikan dalam zona oranye penyebaran Covid-19. Tempat usaha mulai dari rumah makan, cafe, mall hingga tempat rekreasi di Malang telah kembali beroperasi, namun aktivitas belajar mengajar masih menggunakan sistem daring.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Malang, Sutiaji mengungkapkan, pihaknya kini sedang menyiapkan pelaksanaan sekolah tatap muka atau luring, jika nanti sewaktu-waktu Kota Malang ditetapkan sebagai zona hijau penyebaran Covid-19. "Kami akan minta data dari dinas (Disdikbud) terkait kesiapan sekolah," kata Sutiaji, Senin (19/10/2020).

Menurutnya, kini beberapa sekolah di Kota Malang telah ditunjuk sebagai pilot project pelaksanaan sekolah tatap muka. Bahkan sekolah yang ditunjuk itu telah beberapa kali melakukan simulasi. Salah satunya SMPN 8 Malang. "Selain simulasi, di SMPN 8 juga sudah dilakukan polling pada orang tua yang nanti akan berpengaruh terhadap keputusan penerapan sekolah tatap muka," ungkapnya.

Dari hasil polling itu, sambung Sutiaji, sebanyak 74 persen orang tua menghendaki penerapan sekolah tatap muka, 20 persen masih ragu, sementara sisanya tidak menyetujui. "Pendapat orang tua berbeda, justru ada yang lebih suka kalau sekolah daring karena tidak perlu repot-repot mengantar anak atau menjemput ke sekolah. Tetapi kalau anak-anak tentunya rata-rata ingin kembali bisa bersekolah secara tatap muka," tandas Sutiaji.

Untuk diketahui, berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Malang per tanggal 18 Oktober, jumlah warga kota setempat yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1929 orang atau mengalami penambahan 8 orang dibandingkan hari sebelumnya. Dari jumlah itu, 190 orang meninggal dunia, 1691 sembuh, dan 48 orang dalam pemantauan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00