Galungan di Masa Pandemi, Ibadah Umat Hindu di Malang Terapkan Sistem Bergantian

KBRN, Malang: Umat Hindu di Kota Malang mulai melakukan persiapan menjelang Hari Raya Galungan yang jatuh pada Rabu (16/9/2020) besok. Jika biasanya ibadah umat Hindu dilakukan secara bersamaan, maka kali ini jumlah umat yang sembayang akan diberlakukan sistem bergilirian. Hal itu dilakukan sebagai upaya menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Di Pura Luhur Dwijawarsa, Gunung Buring, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, umat Hindu telag mempersiapkan perayaan Galungan sejak lima hari terakhir. “Selain memasang ornamen penghias pura, kami juga membersihkan area pura,” kata Made Wardana, Sekretaris Yayasan Pura, Selasa (15/9/2020).

Menurutnya, momen Hari Raya Galungan dimaknai sebagai kemenangan kebaikan (dharma) melawan keburukan (adharma). Galungan sendiri merupakan Hari Raya umat Hindu yang dirayakan setiap enam bulan berdasarkan kalender tahun Caka. “Di tengah pandemi Covid-19, perayaan hari Galungan tahun ini memang berbeda. Kami harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ungkapnya. 

Jika biasanya kapasitas pura bisa mencapai 300 umat, maka besok pelaksanaan sembahyang Hari Raya Galungan dimulai sejak pagi dengan sistem bergiliran. “Setiap satu kali sembahyang dibatasi hanya 40 orang, lainnya dijadwal berikutnya. Jadi sembahyangnya bergantian. Ini juga sesuai imbauan dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI),” tutur Made. 

Ia menambahkan, momen Hari Raya Galungan juga diharapkan menjadi momen kemenangan serta menbangkitkan semangat bagi umat Hindu untuk bersama-sama memerangi Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00