Isi Waktu di Masa Pandemi, Guru PAUD Belajar Bikin Topeng Malang

Djoko Rendy, replikator topeng Malangan mengajarkan cara membuat topeng Malang pada guru PAUD
Sejumlah guru PAUD antusias belajar membuat coklat karakter topeng Malang

KBRN, Malang: Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka masih ditiadakan lantaran pandemi Covid-19. Untuk mengisi waktu luang di masa pandemi, sejumlah guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Terpadu Omah Bocah Annaafi' belajar kebudayaan khas Malang. 

Mereka belajar membuat topeng Malangan, membuat coklat topeng, dan membatik dengan corak topeng Malangan. Kegiatan yang digelar di area galeri seni dan ekonomi kreatif Pasar Bareng Kota Malang ini merupakan program komunitas Tithek Tenger. Komunitas ini kerap memberikan pelatihan mengenai budaya khas Malang pada berbagai pihak.

“Selama pandemi guru lebih banyak di rumah. Sehingga kami punya progran memberikan materi pembelajaran pada guru PAUD. Selain materi membuat topeng Malang, batik dan coklat karakter, kami juga sering memberi latihan tari,” kata Djoko Rendy, replikator topeng Malang sekaligus pemateri kegiatan itu, Selasa (15/9/2020).

Menurutnya, berbagai pelatihan dilakukan bertujuan untuk mengenalkan seni tradisi pada masyarakat. Sebab, topeng Malangan menjadi salah satu seni budaya khas yang dimiliki oleh Malang. Sehingga perlu dilestarikan, terutama pada guru-guru yang menjadi bagian pencetak generasi bangsa.

“Jadi kita kenalkan seni budaya pada semua lini. Kita kenalkan lewat cara mengetahui kegemaran masing-masing orang. Kalau suka makanan ya kita ajari membuat coklat karakter topeng Malang, kalau suka membatik ya kita ajari bikin batik motif topeng, dan seterusnya,” ungkapnya. 

Pelatihan untuk guru PAUD ini dilakukan hingga Rabu (15/9/2020) besok. Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari para guru. Seorang guru, Nabilah Maghfirah Maulani misalnya. Ia mengaku senang bisa mengikuti pelatihan ini. Wanita berhijab itu memilih pelatihan membuat topeng Malangan.

“Selama ini belum pernah tahu cara membuat topeng. Dalam pelatihan ini saya diajari cara mulai mencetak topeng sampai melukisnya,” tutur Nabilah.

Jika pembelajaran tatap muka sudah bisa dilaksanakan, maka ia akan mengajarkan materi tersebut pada siswa/siswi PAUD tempatnya mengajar. 

“Kita tadi juga diberi tahu bahan-bahan mana saja yang aman untuk anak-anak. Nanti ilmu ini akan kita tularkan pada siswa,” pungkas wanita berhijab ini. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00