UB dan Jaringan Perempuan Desa Perkuat Literasi Perempuan di Malang Selatan

KBRN,Malang: Untuk menguatkan literasi perempuan dalam pemahaman politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya dan  Jaringan Perempuan Desa (JPD) menggelar kegiatan pemberdayaan penguatan politik di Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah anggota jaringan perempuan desa, ibu-ibu PKK, Karang Taruna, Ikatan Pelajar NU serta Pemudi desa Gedangan. 

Sekretaris Desa Gedangan, Sutisno membuka kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mendapatkan respon positif dari pemerintah desa dan masyarakat setempat.

" Ibu-ibu, pemudi desa memang seharusnya diberikan pelatihan-pelatihan pemberdayaan agar semakin mampu secara kualitas SDM, gunanya juga untuk kebaikan dan kemajuan Desa Gedangan,"ungkap Sutisno,Selasa (11/8/2020).

Sementara Dosen Ilmu Politik Universitas Brawijaya, Juwita Hayyuning Prastiwi mengatakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat ini merupakan salah satu kewajiban sebagai upaya mewujudkan salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian kepada Masyarakat.

" Harapanya dari kegiatan pemberdayaan masyarakat ada praktik-praktik pengambilan kebijakan publik yang memperhitungkan kebutuhan perempuan," tegas Juwita.

Kerjasama yang dibangun antara FISIP UB dan JPD berangkat dari kesamaan tujuan dalam pemberdayaan masyarakat. Ia menilai keterlibatan perempuan dalam politik di Desa penting, sehingga menjadi dasar Dosen FISIP Universitas Brawijaya bersama JPD melaksanakan kegiatan ini sebagai salah satu upaya penguatan kapasitas politik perempuan.

Terpisah, Koordinator Penggerak Jaringan Perempuan Desa, Agnia Addini mengungkapkan salah satu agenda utama dalam JPD adalah pendidikan politik perempuan. 

Ia menilai, politik bukan hanya  kontestasi perebutan kekuasaan, namun juga kesadaran perempuan dalam menentukan pilihan hidup, yakni turut andil dalam mendorong kebijakan yang berpihak terhadap perempuan.

"Kerja sama ini sangat baik karena ada keterlibatan lembaga akademis yang juga berkewajiban untuk melakukan pemberdayaan masyarakat" terang Agniya. 

Selain membahasa tentang politik, agenda tersebut juga memberikan wawasan terkait perempuan dan lingkungan. 

Hadir sebagai pembicara Resya Famelasari dosen FISIP UB. Resya mengatakan, saat ini perempuan harus menggeser paradigma dalam melihat alam, banyak pembangunan yang merusak alam. 

"Harapanya perempuan desa menjadi aktor yang tidak hanya sadar namun juga berperan aktif dalam menjaga pelestarian lingkungan, misalkan terkait persoalan sampah popok bayi dan pembalut perempuan yang perlu diminimalisir penggunaanya," terang Resya.

Ditambahkan, Desa Gedangan sebagai daerah bagian Malang Selatan yang memiliki kekayaan sumber daya alam sehingga pengembangan pariwisata  bisa ditingkatkan tanpa harus merusak alam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00