Simulasi Belajar Tatap Buka Bakal Digelar di Kota Malang

Walikota Malang, Sutiaji saat memantau pelaksanaan MPLS SMA beberapa waktu yang lalu

KBRN, Malang: Pemerintah Kota Malang akan segera  melakukan simulasi pembelajaran tatap muka. Hal itu menyusul rencana pembelajaran tatap muka yang akan segera digelar di Kota Malang mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Rencananya simulasi (persiapan belajar tatap muka) dilakukan minggu depan,” kata Walikota Malang, Sutiaji, Kamis (6/8/2020).

Sebelumnya, ia meminta Disdikbud Kota Malang untuk menyiapkan satu SD dan SMP di masing-masing kecamatan di Kota Malang untuk dijadikan sebagai pilot project pelaksanaan pembelajaran tatap muka. 

"Nanti per kecamatan satu sekolah. Meskipun sebenarnya saya yakin sekolah sudah siap semua. Karena meskipun tidak ada proses pembelajaran di sekolah, setiap minggu sekolah itu rutin disemprot disinfektan untuk mencegah penyebaran Covid-19," ujarnya. 

Terkait persiapan simulasi pembelajaran secara tatap muka tersebut, ia menyerahkan teknisnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. 

“Kalau sewaktu-waktu di Kota Malang diminta pembelajaran tatap muka, kita sudah siap. Meskipun kita belum tahu kapan. Nanti Disdikbud yang menyiapkan protap dan protokol kesehatan kalau pembelajaran di SD bagaimana, jenjang SMP seperti apa,” tutur Sutiaji.

Pria yang kerap disapa Pak Ji ini juga meminta dalam penerapannya nanti terdapat pembagian siswa yang masuk. Sehingga setiap kelas nanti memiliki jadwal belajar agar tidak masuk secara bersamaan. 

"Semisal hari pertama itu kelas 6, lalu hari kedua kelas 5. Masuknya nanti separuh-separuh," ujarnya. 

Ia menambahkan, sembari menunggu tanggal pasti masuk sekolah, Disdikbud Kota Malang juga meminta Disdikbud Kota Malang untuk melakukan realokasi anggaran yang berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“BOS dialihkan untuk pembelian paket internet selama masa pembelajaran daring. Besarannya sekitar Rp 50 ribu per orang,” tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00