Dapat Bantuan Unesco, Museum Musik Indonesia Digitalisasi Koleksi

Ketua MMI, Hengki Herwanto menunjukkan majalah yang akan didigitalisasi

KBRN, Malang: Museum Musik Indonesia (MMI) mendapatkan bantuan dari Unesco sebagai upaya untuk menyelamatkan koleksi budaya yang menjadi bagian dari sejarah dunia. Bantuan senilai 3.500 USD atau setara Rp 51 juta tersebut digunakan untuk melakukan digitalisasi koleksi majalah musik Aktuil. 

Ketua MMI, Hengki Herwanto mengungkapkan,  digitalisasi koleksi museum itu dilakukan untuk menyelamatkan aset museum dari kerusakan. “Bagi kami, tujuan digitalisasi koleksi untuk pengamanan koleksi. Karena koleksi majalah lama mudah robek kotor, belum lagi kalau terjadi bencana akan mudah hilang. Kalau didigitalisasi akan tersimpan,” kata Hengki saat ditemui di MMI, Jalan Nusa Kambangan Kota Malang, Senin (27/7/2020).

Selain untuk mengamankan koleksi museum, digitalisasi juga dapat menudahkan aksesibilitas masyarakat terhadap koleksi museum musik Indonesia. “Untuk digitalisasi majalah aktuil misalnya, masyarakat bisa memanfaatkan untuk penelitian, meracang bagaimana tren musik ke depan, membuat tulisan biografi seseorang dan yang lainnya,” ungkapnya. 

Saat ini, progress digitalisasi majalah Aktuil telah dilakukan hingga 40 persen. Ditargetkan, proses ini selesai pada akhir November 2020 mendatang. Digitalisasi majalah Aktuil dilakukan melakukan scan setiap halaman menjadi bentuk file. Majalah ini diterbitkan pada tahun 1967-1978 dengan jumlah 200 eksemplar. “Setelah proses digitalisasi selesai, file akan kita tampilkan di website MMI, sehingga masyarakat bisa mengakses,” tutur Hengki.

Untuk mendapatkan bantuan dari Unesco, MMI sebelumnya mendaftar dan mengikuti proses seleksi. Dari total 30 organisasi yang bergerak di bidang pelestarian budaya, ada 8 organisasi dari 6 negara yang terpilih. MMI menjadi perwakilan dari Indonesia. “Unesco memiliki komite Asia Pasific yang bergerak di bidang kebudayan, beruntung MMiI terpilih menjadi organisasi yang mendapatkan hibah ini,” ujarnya.

Hengki menambahkan, selain proses digitalisasi majalah Aktuil, MMI juga berupaya melakukan hal serupa pada koleksi piringan hitam, CD, hingga kaset. Total ada 35 ribu koleksi yang tersimpan di museum tersebut. “Namun proses digitalisasi koleksi ini masih sekitar 10-20 persen dan masih belum terstruktur. Ke depan kami upayakan digitalisasi koleksi yang lain ini,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00