UTBK di Tengah Pandemi Covid-19 Berjalan Lancar 

Ilustrasi pelaksanaan UTBK di Kota Malang (Foto: Isitmewa)

KBRN, Malang: Dua universitas negeri di Kota Malang telah menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020 sejak 5 Juli lalu. Sejauh ini, pelaksanaan UTBK yang merupakan seleksi masuk  perguruan tinggi negeri berjalan lancar meski di tengah pandemi Covid-19. Calon mahasiswa juga menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan menjaga jarak ketika mengikuti UTBK.

Salah satu kampus negeri yang menggelar UTBK di Kota Malang yakni Universitas Negeri Malang (UM). Kampus ini bermitra dengan kampus lain yakni Unisma, Unmer, dan Universitas Muhammadiyah Malang guna mencegah penumpukan massa. Sedangkan Universitas Brawijaya menggelar UTBK hanya memanfaatkan gedungnya sendiri. 

Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. AH Rofi'uddin mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan 75 PTN di seluruh Indonesia terkait pelaksaan UTBK. “Dalam koordinasi majelis rektor, UTBK berjalan lancar tidak ada kendala,” ungkapnya, Selasa (7/7/2020).

Di UM, jumlah kehadiran peserta UTBK mnecapai 97 persen. Artinya, hanya beberapa peserta yang berhalangan hadir. Salah satu penyebabnya adalah calon mahasiswa yang mengalami kecelakaan sesaat sebelum pelaksanaan UTBK. Ada juga peserta yang sakit. “Peserta yang mengalami kecelakaan ini tidak bisa megikuti UTBK, sehingga akan dijadwalkan ulang tesnya di gelombang kedua. Ada juga peserta dari Palangkaraya yang minta relokasi tes,” kata Prof. Rofi’uddin.

Ia memastikan jika pelaksaanaan UTBK sesuai protokol kesehatan. Tidak ada peserta yang suhu tubuhnya melebihi 37,5 derajat celcius. UTBK di Universitas Negeri Malang dilaksanakan dengan 2 tahap namun waktunya lebih singkat, yakni tahap pertama di tanggal 5,6,7 Juli 2020 dan tahap ke dua pada tanggal 7,8,9 Juli 2020.

Sebelumnya, Wakil Rektor I Universitas Negeri Malang, Budi Eko Soetjipto memastikan adanya physical distancing dalam pelaksanaan UTBK. Sebab di kampusnya, jumlah peserta akan dibagi di empat kampus yang bermitra dengan UM. "Semua peserta dipecah ke empat universitas. Jadi relatifnya per hari kira-kira ada 1.300 perseta yang dipecah di 4 kampus. Tiap perguruan tinggi ada 400 calon Maba, dan proses seleksi berlangsung lebih cepat," tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00