Warga Keluhkan Sistem PPDB Online di Kota Malang Masih Bermasalah

Walimurid mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Malang akibat sistem PPDB online sempat bermasalah

KBRN, Malang: Walimurid di Kota Malang mengeluhkan masih kesulitan mengakses website pada sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi tingkat SD dan SMP pada hari kedua. Meski pihak Dinas Pendidikan meminta orang tua siswa berkonsultasi ke sekolah tujuan masing-masing, namun masih ada beberapa walimurid yang mendatangi kantor dindik Kota Malang, Rabu (3/6/2020). 

Didik Imam Ariyanto misalnya. Warga Kecamatan Sukun ini akan mendaftarkan anaknya ke SMPN 12 Malang. Namun sejak Selasa kemarin, ia kesulitan mengakses website di alamat ppdb.malangkota.go.id. “Saya sudah sempat datang ke sekolah, dibantu masuk website-nya, tetapi tidak bisa juga. Disuruh terus mencoba, akhirnya saya datang ke dindik, meski tidak ada petugas yang menemui,” kata Didik.

Ia berharap pendaftaran PPDB jalur zonasi ini bisa segera berjalan lancar. Sehingga ia bisa mendaftarkan anaknya di sekolah terdekat di lokasi rumahnya. “Harapannya bisa segera daftar lewat online ini, sehingga anak saya bisa segera dapat sekolah,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang, Totok Kasianto mengungkapkan jika saat ini sistem PPDB secara online untuk jalur dinas sudah berjalan lancar. Hingga Rabu pagi, tercatat sudah ada 4.750 siswa yang mendaftar melalui website PPDB. “Pelayanan sudah lancar, kami dibantu Dispendukcapil dan Diskominfo,” ujarnya.

Totok mengakui jika terdapat kendala di lapangan. Namun Dinas Pendidikan sudah menginstruksikan pada sekolah untuk membantu walimurid yang kesulitan melakukan pendaftaran melalui online. “Maka semua sekolah SD-SMP Negeri harus membantu melayani masyarakat,” kata Totok.

Ia memastikan jika proses PPDB secara online untuk jalur zonasi ini diperpanjang sehari hingga 5 Juni 2020. Sehingga prosesnya berlangsung pada 2-5 Juni. Perpanjangan ini dilakukan setelah proses PPDB jalur zonasi pada hari pertama kemarin sempat bermasalah. Akibatnya, ratusan walimurid mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Malang. “Nanti akan kita evaluasi lagi,” tandasnya. 

Untuk diketahui, daya tampung siswa jenjang SD untuk sistem zonasi pada tahun ajaran 2020/2021 sebanyak 6.852 siswa dengan jumlah lembaga sekolah sebanyak 203. Sedangkan daya tampung siswa jenjang SMP sebanyak 3.208 dengan jumlah lembaga sekolah sebanyak 30 SMP negeri. “Jumlah total daya tampung siswa SD-SMP untuk jalur zonasi di Kota Malang sebanyak 10.060,” pungkas Totok.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00