SI VICA, Obat Rindu Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Saat Lebaran

KBRN, Malang: Sejak tiga hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah beberapa petugas Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Malang sibuk melakukan setting 25 perangkat komputer dan laptop di ruang Layanan Kunjungan yang akan digunakan warga binaan melakukan “SI VICA” (Video call bagi Keluarga dan Kawan). Ada 541 warga binaan yang akan bergiliran mendapat fasilitas gratis, melakukan video call dengan keluarga inti mereka di rumah.

Menurut Kepala Lapas , Ika Yusanti kepada RRI, Sabtu (23/5/2020), sebenarnya video call bagi napi dan keluarga sudah dilakukan sejak lama, terutama sejak dua bulan saat pandemi covid, karena tidak boleh ada kunjungan fisik dan pembatasan kiriman barang untuk mencegah masuknya covid-19 ke Lapas. Apalagi di Malang diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Tapi selama ini hanya 3 perangkat untuk video call secara bergantian. Nah, karena ini moment luar biasa dan istimewa, Hari Raya Idul Fitri di mana semua orang ingin silaturahmi, maka kami tambah menjadi 25,” ujar perempuan yang mulai menjabat Kalapas Perempuan II A Malang sejak Agustus 2018 tersebut.

Yang mengharukan, menurut Kalapas , layanan video call ini adalah sumbangsih dari seluruh pegawai karena prihatin dan tahu betul bagaimana rasa rindu warga binaan untuk bertemu dengan keluarganya.

 “Ini kan masa berat untuk warga binaan yang sudah dua bulan tidak boleh ada kunjungan, pasti rindu keluarga. Jadi supaya memberi kesempatan kepada seluruh warga binaan, maka diinventarisir berapa banyak komputer berkamera milik kantor yang tidak digunakan saat idul Fitri dan laptop pegawai lapas yang dapat digunakan. Akhirnya terkumpul 25, termasuk laptop milik pegawai yang dipinjamkan,” jelasnya.

Bagaimana pengaturan penggunaannya? Rencananya 25 perangkat itu dapat digunakan warga binaan selama 2 hari, Lebaran pertama dan Kedua (24 dan 25 Mei), setelah sholat Ied digelar. Warga  binaan akan melakukan sholat Ied berjamaah di Lapangan di dalam Lapas Perempuan Klas II A Malang (Minggu, 24/5/2020), dilanjutkan dengan ceramah , pembacaan remisi, kembali ke blok, dan kemudian akan dijawal giliran melakukan video call.

“Durasinya kita lihat bagaimana kecukupan waktu biasanya 5 menit, tapi ini kan spesial jadi mungkin sekitar 10 menit, kita sarankan hanya keluarga inti. Ada 541 orang, kalau giliran 25 komputer, nanti akan diatur agar semua mendapat giliran. Harus tuntas dua hari, karena Lebaran ke-3 komputer sudah digunakan kembali untuk kerja,” imbuh Kalapas.

Ika Yusanti menegaskan bahwa demi tetap menjaga Lapas Perempuan II A Malang bebas dari covid-19, maka selama seluruh kegiatan berlangsung, protokol kesehatan tetap akan dijalankan. Kunjungan fisik dan titipan barang bagi warga binaan dihentikan dulu hingga waktu yang belum ditentukan. Langkah ini terbukti efektif mencegah covid-19 masuk ke Lapas yang ada di kawasan Sukun Malang itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00