Mahasiswa UMM Kembangkan Teknologi untuk Bantu Petani Bawang

KBRN, Malang : Kenaikan harga komoditas bawang yang terjadi beberapa waktu terakhir membuat masyarakat resah. Melihat kondisi itu, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pun berusaha menciptakan teknologi untuk membantu petani bawang agar tidak mengalami gagal panen. Teknologi itu diberi nama MONIKEL yang merupakan akronim dari MONItoring KELembapan Tanah pada Tanaman Bawang Merah melalui Chatbot Pesan Telegram. 

Salah seorang anggota tim mahasiswa, Muhammad Iqbaludin Zaky mengungkapkan, penyebab gagal panen yang melanda para petani ini terjadi akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Dari hal tersebut, mahasiswa Jurusan Informatika ini menilai kelembapan tanah memiliki efek terhadap proses pertumbuhan bawang merah. 

“Dari penelitian tersebut, kami menyimpulkan bahwa bawang merah membutuhkan pasokan air yang banyak namun dengan memperhatikan kadar kelembapan tanah,” ujarnya, Senin (15/8/2022).

Menurut dia, cuaca di Indonesia akhir-akhir ini tak menentu. Kadang hujan turun dengan deras, sehingga merendam lahan bawang merah para petani. Jika kelembapan tanah meningkat melebihi standar, maka tanaman bawang merah mudah terserang penyakit dan hama. 

“Sementara itu, jika kelembapan tanah kurang dari standar, maka bawang merah akan menjadi kecil dan itu mengurangi daya jualnya karena hasilnya tidak maksimal,” ungkapnya.

Menjawab permasalahan itu, MONIKEL yang berkonsep Internet of Things (IoT) menggunakan teknologi arduino dan chatbot pesan telegram. Cara menggunakan alat ini adalah dengan menyambungkan prototipe alatnya ke telegram para petani. Setelah itu, alat akan dipasangkan ke beberapa titik lahan. Jika lahan kering, petani akan mendapatkan notifikasi pengingat. 

“Saya dan tim juga ingin mengkombinasikan MONIKEL dengan garden sprinkle. Jadi nantinya, alat ini bisa menyiram lahan secara otomatis jika para petani menekan tombol penyiraman yang ada di aplikasi telegram. Terintegrasinya MONIKEL dengan garden sprinkle ini juga membantu dalam mengetahui kelembapan tahan tiap bulannya,” ujarnya.

Saat ini MONIKEL masih dalam tahap pengembangan prototipe. Jika nanti sudah sempurna, MONIKEL akan memiliki beberapa keunggulan dibanding alat-alat serupa yang telah beredar dipasaran. Keunggulan tersebut meliputi harga alat yang lebih murah, fitur yang tersedia cukup lengkap, serta hemat listrik karena menggunakan panel surya. 

“Saya berharap para petani dapat terbantu dengan alat yang kami bangun ini. Kami juga berharap hasil panen bawang merah dapat meningkat setelah menggunakan alat rancangan kami dan meminimalisir kerugian para petani,” tandasnya.

Zaky mengembangkan alat ini bersama tiga teman lainnya yaitu Gilly Huga Anargya, Farli Nahrul Javier, dan Wahyu Budi Utomo. Teknologi ini diikutsertakan pada Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) dan berhasil mendapat pendanaan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar