Kuliah Kembali Luring, Bisnis Kos di Kota Malang Hidup Lagi

KBRN, Malang : Kampus di Kota Malang kembali menggelar perkuliahan secara tatap muka atau luring mulai semester ganjil atau akhir bulan ini. Hal ini pun berdampak pada mulai menggeliatnya bisnis kos-kosan yang berada di area kampus.

Salah satunya kos di kawasan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Sejak bulan Juli lalu, mahasiswa baru dari luar Malang berlomba-lomba mencari kamar kos untuk ditempati selama masa perkuliahan. Hal ini pun menjadi angin segar bagi pemilik kos. Pasalnya, selama pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu, kamar kos tak berpenghuni lantaran perkuliahan hanya dilakukukan secara daring.

Jefri Setiawan, pengelola kos putra di JL Sumbersari gang 5 Kota Malang mengaku senang perkuliahan bisa diselenggaran secara luring. Di rumahnya, terdapat sembilan kamar yang disewakan, dan saat ini semuanya sudah penuh.

“Senang kuliahnya luring lagi, jadi sekarang penyewa kamar kos penuh setelah dua tahun kosong tidak ada penyewa,” kata Jefri pada RRI, Senin (15/8/2022).

Sebagian penyewa di rumah kos Jefri merupakan mahasiswa baru Universitas Negeri Malang (UM), sebagian lagi mahasiswa UMM kampus II. Lokasi rumahnya memang hanya berjarak beberapa meter dari kampus tersebut, sehingga mahasiswa tinggal berjalan kaki. Terlebih lagi kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UM dimulai pada 17 Agustus. Sehingga maba sudah mencari kamar kos sejak awal Juli lalu. Sementara perkuliahan mulai 29 Agustus. 

“Mahasiswa sudah mulai cari kos sejak awal Juli lalu, mereka yang lolos jalur SNMPTN-SBMPTN. Karena itu sudah mencari tempat kos duluan. Kalau mahasiswa baru memang biasanya cari kos-kosan dekat kampus. Baru setelah itu mencari lokasi lainnya karena sudah hafal areanya,” ungkapnya. 

Di kos milik Jefri, memiliki kamar berukuran 2,5 m x 2,5 m. Selain memiliki kamar di lantai bawah juga ada kamar di lantai atas lengkap dengan kamar mandi. Kos ini awalnya dikembangkan ayah Jefri sejak tahun 1995 silam.

“Sebelum anak kos datang, saya ayah saya melakukan pembersihan kamar sebelum dihuni. Sebab kamar sudah kosong selama dua tahun terakhir. Kalau dibersihkan penyewa kos yang baru bisa jadi lebih nyaman,” kata dia.

Terkait biaya kos, Jefri mengungkapkan bahwa biasanya dipatok harga Rp 8 juta per tahun. Maka jika membayar enam bulan atau per semester Rp 4 juta dengan fasilitas air, wifi dan listrik.

"Jika sebelumnya kami minta membayar kos setahun, sekarang trendnya membayar satu semester. Karena ada kekhawatiran kuliah kembali daring. Dulu saat awal pandemi, ada mahasiswa yang sudah terlanjur membayar setahun penuh, akhirnya uangnya kami kembalikan,” pungkas alumnus UMM ini. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar