Departemen Farmasi FK UB Edukasi Ibu-ibu PKK Soal Penggunaan Suplemen Kesehatan Rasional di Masa Pandemi dan New Normal

KBRN, Malang : Departemen Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) memberikan edukasi pada ratusan ibu-ibu yang tergabung dalam tim penggerak PKK keluarahan se-Kota Malang terkait penggunaan suplemen kesehatan yang rasional, khususnya di masa pandemi Covid-19.

Kegiatan yang digelar di gedung Graha Medika FK UB pada Rabu (10/8/2022) ini sebagai salah satu implementasi pengabdian masyarakat tim departemen farmasi sesuai tri dharma perguruan tinggi.

Ketua pelaksana kegiatan, apt Tamara Gusti Ebtavanny, M.Farm mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama soal penggunaan suplemen kesehatan agar digunakan secara rasional.“Kami memilih topik ini karena selama pandemi Covid-19, konsumsi suplemen kesehatan oleh masyarakat ini meningkat tajam, bahkan ada yang menyebut naik hingga 174 persen,” tuturnya di sela kegiatan.

Menurutnya, peningkatan konsumsi suplemen ini sayangnya tidak diimbangi dengan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan atau konsumsi yang tepat. 

“Karena suplemen ini bisa dibeli bebas tanpa resep, belum lagi banyak hoaks yang beredar tentang perlunya konsumsi banyak suplemen untuk mencegah terpapar virus. Dengan kegiatan ini, kami berharap masyarakat lebih paham penggunaannya,” kata wanita yang juga merupakan dosen pengajar di departemen farmasi FK UB ini.

Lebih lanjut Tamara mengungkapkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan dan konsumsi suplemen. Diantaranya mengkonsumsi jenis suplemen yang sesuai kebutuhan klinis, dosisnya sesuai dan tidak berlebihan, pada periode waktu yang cukup, serta harganya terjangkau.“Pengetahuan seperti ini yang kami ingin ibu-ibu PKK bisa menyebarkan ke lingkungan sekitar. Mereka sangat antusias dan memberikan feedback berupa sejumlah pertanyaan,” kata dia.

Selain memberikan materi, pihaknya juga menggelar kegiatan games atau permainan untuk melatih pengetahuan masyarakat soal isu hoaks atau fakta tentang pandemi.“Dari games tadi kami melihat bahwa masih banyak yang termakan hoaks. Kami juga pernah melakukan penelitian mengenai tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan suplemen kesehatan di Malang Raya, sebagian besar masyarakat atau 62 persen masih memiliki pengetahuan yang belum baik, artinya masih perlu ada peningkatan edukasi pada masyarakat,” tegasnya.

Selain Tamara, kegiatan ini juga diisi oleh dua narasumber lain, yakni  Prof Dr. apt. Sri Winarsih. M.Si yang memaparkan materi tentang imunitas tubuh, dan apt. Oktavia Rahayu Adianingsih, M.Biomed yang menyampaikan materi tentang bentuk sediaan dari suplemen kesehatan. Kemudian pada sesi diskusi dipandu oleh tim yang lain, yaitu apt. Ayuk Lawuningtyas Hariadini, M.Farm., serta pre test dan post test yang dipandu oleh apt. Arsy Arundina, M. MRS.

“Edukasi tentang imunitas ini juga penting, karena imunitas yang mendasari pencegahan Covid-19. Kami juga menyampaikan tentang pentingnya vaksinasi Covid-19,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar